18 Sep 2009

Bila Al Qur’an bisa bicara !

Waktu engkau masih kanak-kanak, kau laksana kawan sejatiku
Dengan wudu' aku kau sentuh dalam keadaan suci
Aku kau pegang, kau junjung dan kau pelajari
Aku engkau baca dengan suara lirih ataupun keras setiap hari
Setelah usai engkaupun selalu menciumku mesra

Sekarang engkau telah dewasa…

Nampaknya kau sudah tak berminat lagi padaku…
Apakah aku bacaan usang yang tinggal sejarah…
Menurutmu barangkali aku bacaan yang tidak menambah pengetahuanmu
Atau menurutmu aku hanya untuk anak kecil yang belajar mengaji saja?
Sekarang aku engkau simpan rapi sekali hingga kadang engkau lupa dimana menyimpannya
Aku sudah engkau anggap hanya sebagai perhiasan rumahmu
Kadangkala aku dijadikan mas kawin agar engkau dianggap bertaqwa
Atau aku kau buat penangkal untuk menakuti hantu dan syetan
Kini aku lebih banyak tersingkir, dibiarkan dalam kesendirian dalam kesepian
Di atas lemari, di dalam laci, aku engkau pendamkan.

Dulu…pagi-pagi…surah-surah yang ada padaku engkau baca beberapa halaman
Sore harinya aku kau baca beramai-ramai bersama temanmu di surau…..

Sekarang… pagi-pagi sambil minum kopi…engkau baca Koran pagi atau nonton berita TV
Waktu senggang..engkau sempatkan membaca buku karangan manusia
Sedangkan aku yang berisi ayat-ayat yang datang dari Allah Yang Maha Perkasa.
Engkau campakkan, engkau abaikan dan engkau lupakan…

Waktu berangkat kerjapun kadang engkau lupa baca pembuka surahku (Basmalah)
Diperjalanan engkau lebih asyik menikmati musik duniawi
Tidak ada kaset yang berisi ayat Allah yang terdapat padaku di laci mobilmu
Sepanjang perjalanan radiomu selalu tertuju ke stasiun radio favoritmu
Aku tahu kalau itu bukan Stasiun Radio yang senantiasa melantunkan ayatku

Di meja kerjamu tidak ada aku untuk kau baca sebelum kau mulai kerja
Di Komputermu pun kau putar musik favoritmu
Jarang sekali engkau putar ayat-ayatku melantun
E-mail temanmu yang ada ayat-ayatkupun kadang kau abaikan
Engkau terlalu sibuk dengan urusan duniamu

Benarlah dugaanku bahwa engkau kini sudah benar-benar melupakanku
Bila malam tiba engkau tahan nongkrong berjam-jam di depan TV
Menonton pertandingan Liga Italia , musik atau Film dan Sinetron laga
Di depan komputer berjam-jam engkau betah duduk
Hanya sekedar membaca berita murahan dan gambar sampah

Waktupun cepat berlalu…aku menjadi semakin kusam dalam lemari
Mengumpul debu dilapisi abu dan mungkin dimakan kutu
Seingatku hanya awal Ramadhan engkau membacaku kembali
Itupun hanya beberapa lembar dariku
Dengan suara dan lafadz yang tidak semerdu dulu
Engkaupun kini terbata-bata dan kurang lancar lagi setiap membacaku.

Apakah Koran, TV, radio , komputer, dapat memberimu pertolongan ? Bila
engkau di kubur sendirian menunggu sampai kiamat tiba Engkau akan
diperiksa oleh para malaikat suruhanNya
Hanya dengan ayat-ayat Allah yang ada padaku engkau dapat selamat melaluinya.

Sekarang engkau begitu enteng membuang waktumu…
Setiap saat berlalu…kuranglah jatah umurmu…
Dan akhirnya kubur sentiasa menunggu kedatanganmu. ..
Engkau bisa kembali kepada Tuhanmu sewaktu-waktu
Apabila malaikat maut mengetuk pintu rumahmu.

Bila aku engkau baca selalu dan engkau hayati…
Di kuburmu nanti….
Aku akan datang sebagai pemuda gagah nan tampan
Yang akan membantu engkau membela diri
Bukan koran yang engkau baca yang akan membantumu Dari perjalanan di alam akhirat
Tapi Akulah "Qur'an" kitab sucimu
Yang senantiasa setia menemani dan melindungimu

Peganglah aku lagi .. .. bacalah kembali aku setiap hari
Karena ayat-ayat yang ada padaku adalah ayat suci
Yang berasal dari Alloh, Tuhan Yang Maha Mengetahui
Yang disampaikan oleh Jibril kepada Muhammad Rasulullah.

Keluarkanlah segera aku dari lemari atau lacimu…
Jangan lupa bawa kaset yang ada ayatku dalam laci mobilmu
Letakkan aku selalu di depan meja kerjamu
Agar engkau senantiasa mengingat Tuhanmu

Sentuhilah aku kembali…
Baca dan pelajari lagi aku….
Setiap datangnya pagi dan sore hari
Seperti dulu….dulu sekali…
Waktu engkau masih kecil , lugu dan polos…
Di surau kecil kampungmu yang damai
Jangan aku engkau biarkan sendiri….
Dalam bisu dan sepi….
Mahabenar Allah, yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana

Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

17 Sep 2009

Alhambra Bukti Kejaayaan Islam di Spanyol

ANDA pasti mengenal salah satu bangunan monumental dengan histori yang cukup panjang, yakni Istana Alhambra. Alhambra dalam bahasa Arabnya hamra' bentuk jamak dari kata ahmar yang berarti "merah". Karena bangunannya banyak dihiasi dengan ubin-ubin, bata-bata berwarna merah, serta penghias dinding yang agak kemerah-merahan dengan keramik yang bernuansa seni Islami, disamping marmer-marmer yang putih dan indah. Ada pula yang berpendapat bahwa Alhambra dinamakan demikian karena diambil dari seorang pendirinya yakni Al-Ahmar. Hingga saat ini bangunan bernilai tinggi akan seni arsitektur ini memperlihatkan peradaban tinggi orang-orang Islam tempo dulu. Istana ini berada di bukit La Sabica, masih tetap berdiri sebagai bukti kejayaan Islam di Granada Spanyol.

 

Istana Alhambra didirikan oleh kerajaan Bani Ahmar atau bangsa Moor (Moria) (bangsa yang berasal dari daerah Afrika Utara), satu kerajaan Islam terakhir yang berkuasa di Andalusia sekarang Spanyol. Kerajaan ini adalah Daulat Bani Ahmar yang berkuasa antara 1232-1492 M, didirikan oleh Sultan Muhammad bin Al-Ahmar atau Bani Nasr yang masih keturunan Sa'id bin Ubaidah, seorang sahabat Rasulullah saw. yang berasal dari suku Khazraj di Madinah. Bangunan Istana Alhambra dibangun kurang lebih tahun 1238 dan 1358 M oleh sultan tersebut yang diteruskan oleh keturunan raja-raja Bani Ahmar. Istana Alhambra tidak langsung didirikan, namun secara bertahap.

 

Istana ini dilengkapi dengan taman mirta semacam pohon myrtuscommunis dan juga bunga-bunga yang indah harum semerbak, serta suasana yang nyaman. Kemudian, ada juga Hausyus Sibb (Taman Singa), taman yang dikelilingi oleh 128 tiang yang terbuat dari marmer. Di taman ini pula terdapat kolam air mancur yang dihiasi dengan dua belas patung singa yang berbaris melingkar, yakni dari mulut patung singa-singa tersebut keluar air yang memancar. Di dalamnya terdapat berbagai ruangan yang indah, yaitu, Ruangan Al-Hukmi (Baitul Hukmi), yakni ruangan pengadilan dengan luas 15 m x 15 m, yang dibangun oleh Sultan Yusuf I (1334-1354); Ruangan Bani Siraj (Baitul Bani Siraj), ruangan berbentuk bujur sangkar dengan luas bangunan 6,25 m x 6,25 m yang dipenuhi dengan hiasan-hisan kaligrafi Arab; Ruangan Bersiram (Hausy ar-Raihan), ruangan yang berukuran 36,6 m x 6,25 m yang terdapat pula al-birkah atau kolam pada posisi tengah yang lantainya terbuat dari marmer putih. Luas kolam ini 33,50 m x 4,40 m dengan kedalaman 1,5 m, yang di ujungnya terdapat teras serta deretan tiang dari marmer; Ruangan Dua Perempuan Bersaudra (Baitul al-Ukhtain), yaitu ruang yang khusus untuk dua orang bersaudara perempuan Sultan Al-Ahmar; Ruangan Sultan (Baitul al-Mulk); dan masih banyak ruangan-ruangan lainnya seperti ruangan Duta, ruangan As-Safa', ruangan Barkah, Ruangan Peristirahatan sultan dan permaisuri di sebelah utara ruangan ini ada sebuah masjid yakni Masjid Al-Mulk.

 

Selain itu, istana merah ini dikelilingi oleh benteng dengan plesteran yang kemerah-merahan. Yang lebih unik lagi pada bagian luar dan dalam istana ini ditopang oleh pilar-pilar panjang sebagai penyangga juga penghias istana Alhambra. Kemudian, dinding istana itu baik di luar atau pun dalam istana banyak dihiasi dengan kaligrafi-kaligrafi Arab dengan ukiran yang khas yang sulit dicari tandingannya.

 

Semula kerajaan ini hanya kerajaan kecil saja namun dengan cepatnya kerajaan ini menjadi kerajaan kuat dan megah hingga dua setengah abad lebih berkuasa. Kekuatan ini bukan saja dari kematangan pola pikir para pemimpinnya, tetapi keadaan alam pun ikut mendukung kejayaannya. Wilayah Granada termasuk daerah sebuah bukit atau pegunungan yang indah dengan ketinggian kurang lebih 150 m, dengan luas kira-kira 14 ha, satu daerah yang sukar dimasuki oleh musuh namun mudah dipertahankan, sekarang Bukit La Sabica.

 

Pada masa kejayaannya istana Alhambra ini dilengkapi dengan barang-barang berharga seperti barang yang terbuat dari logam mulia, perak, dan permadani-permadani indah yang masih alami buatan tangan manusia.

 

Raja-raja Bani Ahmar sangat memperhatikan akan kemakmuran rakyat sehingga pada saat itu bidang pertanian, dan roda perniagaan sangat maju. Selama 260 tahun kerajaan raja-raja Bani Ahmar berkuasa, namun timbul di antara mereka perselisihan juga sengketa. Inilah yang menyebabkan lemahnya kerajaan Bani Ahmar. Bagaimanapun gigihnya usaha Sultan Muhammad XII Abu Abdillah an Nashriyyah raja terakhir Bani Ahmar untuk menyelamatkan kerajaannya, akhirnya runtuh juga oleh dua buah kerajaan Kristen yang bersatu dari utara. Maksud dari dua buah kerajaan ini adalah karena perkawinan Karel/Ferdinand V (L. 1452-W. 1516) dari Aragon menikah dengan saudari Henry IV yaitu Ratu Isabella (L. 1451-W. 1504) dari Castille dan Leon. Keduanya menikah tahun 1469. Raja Ferdinand V dan Ratu Isabella ini, keduanya yang mendukung dan membantu rencana penjelajahan Columbus di tahun 1492.

 

Pada pertengahan 1491 M, Raja Ferdinand V telah mengepung Granada selama tujuh bulan, Ferdinand V berkemah di Gumada di sebelah selatan kota. Sebelumnya Ferdinand V telah menguasai kota-kota lain seperti Malaga pelabuhan terkuat di Andalusia, kemudian Guadix dan Almunicar, Baranicar, dan Almeria. Yang terakhir adalah Granada yang diserahkan oleh raja terkahir Bani Ahmar Abu Abdillah. Penyerahan Granada ini diserahkan di halaman Istana Alhambra.

 

Demikianlah Granada takluk dan menyerah yang diduduki oleh pengikut-pengikut Raja Ferdinand V dan Ratu Isabella pada tanggal 2 Januari 1492 M/2 Rabiul Awwal 898 H. Karena kegigihan dan perjuangan Raja Ferdinand V dan Ratu Isabella, Paus Alexander VI (L. 1431-W. 1503) yang terkenal dengan perjanjian Tordesillasnya pada tahun 1494 ia memberi gelar raja dan ratu ini sebagai "Catholic Monarch" atau "Los Reyes Catolicos" atau Raja Katolik.

 

Dengan kemenangan umat Kristen inilah orang-orang Islam dipaksa keluar dari tanah Spanyol, untuk yang mau menetap harus berpindah agama. Selain dari itu, orang-orang Yahudi pun ikut terusir dari tanah ini. Padahal, saat kekuasaan Islam sedang berjaya mereka mendapat tempat, kehormatan, dan pekerjaan yang layak oleh orang-orang Muslim Spanyol.

 

Yang sangat menyedihkan perpustakan-perpustakaan Islam ikut dibakar dan dihancurkan. Karya tulis yang sampai kepada kita hanyalah bagian terkecil dari karya-karya pemikir Islam di zamannya hingga sekarang sulit dicari tandingannya, yang sebagian besarnya dihancurkan dan dibakar. Alhambra yang megah pun dengan benteng yang berwarna kemerah-merahan kian tak terawat, kusam, dan tak terlihat wajah aslinya, dan dijadikan Istana Kristen. Kemudian, Masjid Kordoba yang megah didirikan oleh Sultan Abu Yusuf Al-Muwahhid pada tahun 785 M yang diperbesar pada tahun 848, 961, 1187 M., dialih-fungsikan menjadi Gereja Santa Maria de la Sede.

 

**

AWAL kedatangan pasukan Islam ini karena mendengar kabar dari Julian, seorang Gubernur Ceuta, yang memohon kepada Musa bin Nusair, raja Muda Islam di Afrika untuk memerdekakan negerinya, karena di negerinya (Andalusia) sedang dilanda kekacauan yang hebat. Kemudian atas perintah Raja Muda tersebut, beliau memerintahkan Thariq bin Ziyad keturunan Barbar salah seorang Panglima Islam untuk Raja Muda yaitu Musa bin Nusair, maka Tariq dan Pasukannya mengunjungi tanah Andalusia.

 

Tariq membawa pasukannya kurang lebih 12.000 orang ke Gibraltar pada Mei tahun 711 M. Tanggal 19 Juli 711 M, Raja Muda dan Tariq bin Ziyad bersama pasukannya telah mengalahkan pasukan Kristen di daerah Muara Sungai Barbate. Kemudian, Tarik membagi pasukannya ke-4 (empat) wilayah penting yaitu, Toledo, Kordoba, Malaga, dan Granada.

 

Timbullah untuk mendirikan kerajaan Islam di tanah Spanyol. Dengan Raja Mudanya di Toledo yang bekuasa tahun 711-756 M berada di bawah pengawasan Bani Umayyah di Damaskus. Kemudian disusul oleh kerajaan-kerajaan Islam lainnya dan juga berdiri Mulukuth Thawaif atau raja-raja kecil, seperti di Malaga di bawah Raja Hamudian (1010-1057); Saragoza di bawah pimpinan Raja Tujbiyah (1019-1039) yang dilanjutkan Raja Huddiyah (1039-1142); Valencia di bawah pimpinan Raja Amiriyah (1021-1096); Badajos dengan Raja Aftasysyiyah (1022-1094); Sevilla di bawah Raja Abbadiyah (1023-1069); Toledo di bawah pimpinan Raja Dzun Nuniyah (1028-1039).

 

Hampir delapan abad lamanya Islam berkuasa di Spanyol, dari Kordoba hingga Granada adalah bukti nyata sebagai kejayaan Islam tempo dulu serta peradaban tinggi di tanah Andalusia. Salah satu bukti adalah Istana Alhambra ini, satu bangunan yang telah berdiri hingga sekarang yang hampir delapan abad pula usianya masih tetap kokoh walaupun sebagian kecil ada yang sudah lenyap. Kemasyuran istana ini kerena daya pesona serta keindahan arsitekturnya yang sungguh luar biasa.

 

Dengan semua kejadian ini, umat Muslim harus berpikir apa hikmahnya di balik itu, ketahuilah bahwa Islam adalah agama Rahmatan lil 'alamin, bukan sebagai agama teroris yang merusak.

 

***

Penulis alumni Universitas Langlangbuana Bandung (Yayasan Brata Bhakti Polri daerah Jabar)

Keteladanan Korea Selatan

Teladan : Korea Selatan

SRI HARTATI SAMHADI

 

Tuntutlah ilmu hingga ke negeri China, namun bergurulah tentang strategi pembangunan ekonomi dan industrialisasi pada Korea Selatan. Mungkin itu adalah pepatah paling tepat untuk Indonesia.

Korea Selatan adalah negara yang dalam empat dekade sejak merdeka tahun 1945 mampu melakukan transformasi ekonomi secara dramatis. Dari semula salah satu negara pertanian tradisional paling miskin yang baru bangkit dari puing-puing Perang Korea dan penjajahan Jepang, menjadi negara industri modern paling dinamis dan diperhitungkan dunia memasuki abad 21.

Dekan Graduate School of International Studies, Seoul National University, Taeho Bark, menggambarkan Korea Selatan hingga akhir 1950-an ibarat negara tanpa harapan. Perekonomian waktu itu masih didominasi sektor pertanian tradisional, miskin, nyaris tanpa sumber daya alam (SDA), dan inflasi tertinggi di dunia.

Begitu miskinnya, menurut Deputi I Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional Anne O. Krueger, untuk sekadar bertahan, Korea Selatan harus bergantung pada utang luar negeri. Saking miskinnya, AS juga sampai memutuskan mengurangi bantuan karena mengira Korea Selatan tidak akan pernah bisa tumbuh.

Tak sampai empat dekade kemudian, Korea Selatan menjungkirkan semua pesimisme dan menyalip negara yang pernah memandang sebelah mata. Sikap AS itu justru membuat Korea Selatan sadar, hanya kebijakan radikal yang bisa membebaskan perekonomian dari stagnasi dan kemiskinan.

Dalam 4,5 dekade; produk domestic bruto (PDB) Korea Selatan meningkat 420 kali lipat dari 2,3 mliar dollar AS (1962) menjadi 969,9 milliar dollar AS (2007), sementara PDB per kapita naik 230 kali dari 87 dollar AS menjadi 20.045 dollar AS per tahun.

Korea Selatan juga mencatat pertumbuhan ekspor rata-rata di atas 30 persen per tahun selama tiga dekade lebih. Nilai ekspor melonjak dari 3 persen dari PDB (1962) menjadi 37 persen dari PDB (2000). Ekspor yang sebelumnya 88 persen berupa produk primer, tahun 2004 sekitar 97 persennya berupa manufaktur teknologi tinggi.

 

               

 

Volume perdagangan meningkat 66 kali lipat dari 11 miliar dollar AS (1974) menjadi 728 miliar dollar AS (2007). Ini menempatkan Korea Selatan sebagai kekuatan dagang ke-11 terbesar dunia. Korea Selatan juga pemilik cadangan devisa terbesar

keempat.

Di semua komoditas ekspor unggulan, Korea Selatan hampir selalu mendominasi: nomor satu di industri pembuatan kapal; ketiga di semikonduktor; keempat di digital elektronik; kelima untuk baja, petrokimia, dan tekstil; serta kelima di otomotif.

KUNCI SUKSES

Bagaimana dari negara miskin sumber daya, Korea Selatan bisa membangun kekuatan industri yang begitu dahsyat? Kasus Korea Selatan menunjukkan kunci sukses suatu pembangunan ekonomi bukan terletak pada ada atau tidak adanya SDA (Sumber Daya Alam), tetapi pada ada tidaknya kemauan dan kemampuan manusianya, terutama level pemimpinnya, dan pada pilihan pilihan strategi kebijakan.

Keberhasilan Korea Selatan, menurut ekonom Korea Institut for International Economic Policy, Chuk Kyo Kim, adalah karena negara ini memberikan perhatian besar pada pendidikan, pembangunan sumber daya manusia, serta investasi agresif di kegiatan penelitian dan pengembangan.

Sukses Korea Selatan juga ditopang oleh tumbuh suburnya jiwa kewiraswastaan, tenaga kerja yang sangat terlatih, pengelolaan utang luar negeri yang baik, pemerintahan yang relatif bersih, iklim perdagangan dunia yang liberal, makro-ekonomi yang solid, dan kondisi sosial-politik yang relatif bebas dari konflik.

Keberhasilan Korea Selatan jelas didukung oleh budaya kerja keras dan etos kerja yang tinggi. Orang Korea Selatan dikenal sebagai pekerja keras, dengan jam kerja jauh lebih panjang dibandingkan negara-negara yang tergabung dalam Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) lain. Faktor lain adalah adanya kemitraan kuat antara pemerintah, swasta dan masyarakat, serta kemampuan masya-rakat untuk beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan teknologi dan tantangan baru.

Dari sisi strategi kebijakan, dari awal penguasa Korea Selatan menyadari pentingnya mengembangkan sektor generatif. Hal itu meliputi sektor-sektor ekonomi unggulan yang secara simultan bisa menjadi sumber akumulasi kapital dan memungkinkan terjadinya pertumbuhan berbagai industri turunan dan industri terkait, sekaligus sumber inovasi teknologi dan kelembagaan, seperti pada kasus industri baja dan industri pembuatan kapal.

Industri baja yang kuat menjadi katalis bagi tumbuhnya industri otomotif, pembangunan kapal, peti kemas, jalan raya, konstruksi, dan industri perlengkapan rumah tangga, yang saling mendukung dan memperkuat. Sementara itu, industri pembuatan kapal melahirkan industri rekayasa elektrik, elektronik, kimia, material, dan mekanis.

Terbangunnya industri generatif yang kokoh dimungkinkan karena ada dukungan total dari pemerintah, tak hanya insentif dan pendanaan, tetapi juga dihapuskannya berbagai hambatan. Kesabaran, konsistensi, dan ketekunan Korea Selatan mengembangkan industri generatif di awal industrialisasi menunjukkan pentingnya strategi “memperbesar kue ekonomi” lebih dulu sebagai jalan keluar dari kemiskinan ketimbang sibuk mencari cara untuk menggerogoti kue demi kepentingan diri sendiri seperti yang terjadi di Indonesia. (Kompas, Jumat 18 Juli 2008, halaman 1)

Membangun Peradaban

Universitas Islam harus menjadi pelopor menciptakan manusia yang adil dan beradab agar dapat membangun peradaban bermartabat

Oleh:
 Hamid F. Zarkasyi
Belalang menjadi burung elang,
Kutu menjadi kura-kura,
dan Ulat berubah menjadi naga.
Itulah syair pujangga Abdullah Abdul Qadir al-Munsyi, ditulis pertengahan abad 19. Sekilas ia seperti sedang bicara evolusi Darwin, atau cerita bim salabim ala Herry Porter. Tapi sejatinya ia sedang bicara tentang perubahan yang aneh. Perubahan tentang bangsanya yang kehilangan adab.

Metafora ini mudah diterima oleh bangsa Melayu, tapi tidak bagi orang Jawa. Orang Jawa lebih mudah faham dengan dagelan “Petruk jadi ratu”. Ya dagelan, sebab ada perubahan status secara tidak alami atau tidak syar’ie. Bukan gambaran diskriminatif, bukan pula rasial, tapi loncatan status yang abnormal.

Munsyi tentu faham belalang mustahil jadi burung elang, kutu jadi kura-kura. Ia juga faham mengapa Tuhan mengizinkan kepompong bisa jadi kupu-kupu yang cantik. Tapi, yang ia gelisahkan mengapa ini bisa terjadi di dunia manusia. Semua orang berhak mencapai sukses, tapi mengapa sukses dicapai dengan mengorbankan moral. Kita menjadi lebih faham setelah membaca bait berikutnya:

Bahkan seorang yang hina dan bodoh dapat pandai dan terhormat,

jika memiliki harta. Sedangkan orang miskin

tidak dipandang walaupun pandai dan terhormat”
.

Munsyi seperti sedang memberi tugas kita untuk menjawab. Dimana letak kesalahannya. Yang dengan cerdas menjawab adalah SM Naquib al-Attas, ulama yang juga pakar sejarah Melayu. Letak kesalahannya, katanya, ada pada lembaga pendidikan kita. Pendidikan kita tidak menanamkan adab. Adab adalah ilmu yang berdimensi iman, ilmu yang mendorong amal dan yang bermuatan moral.

Sumbernya ada dua: faktor eksternal dan internal. Yang pertama, karena besarnya pengaruh pemikiran sosial, politik, ekonomi dan kebudayaan Barat. Yang kedua, karena lemahnya daya tahan tubuh umat Islam. Pendidikan kita tidak menanamkan adab. “Ritual” pendidikan memang terus berjalan, tapi maqasid-nya tidak tercapai. Lembaga pendidikan umat Islam bisa menghasilkan SDM bidang tehnik, ekonomi, kedokteran, manajemen, tapi tidak menghasilkan peradaban Islam.

Tanda-tanda alpanya adab sekurangnya ada 3: kezaliman, kebodohan dan kegilaan. Zalim kebalikan adil artinya tidak dapat meletakkan sesuatu pada tempatnya. Dalam adab kesopanan orang Jawa disebut tidak empan papan. Jelasnya tidak bisa memahami dan menerapkan konsep secara proporsional. Artinya mencampur dua atau tiga konsep yang saling bertentangan. Seperti mencapur keimanan dengan kemusyirikan. Mewarnai amal dengan kemaksiatan dan kesombongan. Tauhid dengan faham dikotomis-dualistis, dsb.

Bodoh atau dalam bahasa al-Ghazzali hamaqah bukan jahil dan buta aksara. Bodoh tentang cara mencapai tujuan. Karena tidak tahu apa tujuan hidupnya, seseorang jadi bodoh tentang cara mencapainya.”Anda harus bisa kaya dengan segala cara” adalah bisikan Machiaveli yang diterima dengan sukarela. Korupsi, menipu, manipulasi, dan sebagainya pun bisa menjadi cara meniti karir. Anda bisa jual diri asal bisa jadi selebriti. Anda bisa jadi pejabat asal mahir menjilat dan berkhianat. Itulah mengapa Islam datang menawarkan jalan dan cara mencapai tujuan yang disebut syariah.

Gila artinya salah tujuan, salah menentukan arah dan tujuan hidup, salah arah perjuangan. Akarnya tentunya adalah hamaqah atau kebodohan; yang bodoh akan negeri impian akan bingung kemana akan mendayung sampan; yang bodoh akan arti hidup tidak akan tahu apa tujuan hidup; yang jahil tentang arti ibadah tidak akan pernah tahu apa gunanya ibadah dalam kehidupan ini. Akibatnya, aktivitas demi kepentingan pribadi (linnafsi), kehormatan diri (lil jah), harta (lil mal) tiba-tiba diklaim menjadi Demi Allah, (Lillah).

Jika pendidikan kita benar-benar menanamkan adab, mengapa peradaban Islam tidak kokoh berdiri. Mengapa kita begitu gengsi pada hutang luar negeri, tapi bangga memungut konsep-konsep pinjaman dari luar Islam. Mengapa kita hanya mampu menjustifikasi konsep-konsep asing dan tidak mampu membangun konsep sendiri?

Orang Barat begitu percaya diri dengan konsep ciptaannya, tapi mengapa kita tidak. Cardinal John Newman, misalnya, begitu yakin tentang gambaran universitas humanisme Kristen dalam
 The Idea of University, Defined and Illustrated. Karl Jasper dalam The Idea of University tegas menggambarkan konsep universitas humanis-eksistensialis. J Douglas Brown dalam The Liberal University-nya bisa menggambarkan dengan jelas pelbagai peran universitas dalam mencetak “manusia sempurna” ala Barat. Tapi mengapa identitas Islam pada universitas Muslim tidak nampak jelas. Mengapa Muslim malu-malu memerankan universitas Islam dalam membangun peradaban Islam.

Universitas Islam harus berani membangun konsep ekonomi Islam, politik Islam, sosiologi Islam, sains Islam, budaya Islam dan sebagainya. Universitas Islam harus bisa mencerminkan bangunan pandangan hidup Islam. Universitas Islam tidak hanya menjadi pusat pengembangan ilmu, tapi juga merupakan sumber gerakan moral dan sosial serta agen perubahan. Universitas harus menjadi pelopor dalam menciptakan manusia-manusia yang adil dan beradab agar dapat membangun peradaban yang bermartabat.
 

Penulis Direktur Eksekutif Institute for the Study of Islamic Thought and Civilization (INSISTS). Tulisan ini dimuat di www.hidayatullah.com

Keropos Peradaban


KEROPOS PERADABAN (1)

Variabel destruktif tidak hanya datang dari luar, tetapi juga dari dalam. Pohon-pohon di kebun mati bukan saja karena serangan belalang dan parasit, tetapi karena ada proses pembusukan di akar dan di batang. Bangsa-bangsa hancur bukan saja karena agresi militer asing, tetapi juga karena kudeta dan kerusuhan di dalam negeri. Napoleon dan Hitler kalah perang bukan saja karena gagal menaklukkan Rusia secara militer dan beratnya rintangan alam di sana, tetapi juga karena visi, misi, strategi, pendekatan, dan metode ekspansi yang tidak benar. Kita Indonesia tertinggal jauh di belakang dari bangsa-bangsa di dunia bukan saja karena konspirasi dan tekanan asing, tetapi karena kita tidak sungguh-sungguh bertekad untuk maju. Kita tidak cukup becus mengurus negara besar ini. Dalam diskusi tentang PIB ini, variabel destruktif eksternal disebut hama, dan variabel destruktif internal disebut keropos. Kali ini kita akan membahas keropos peradaban pada dimensi infrastruktur peradaban di kolom kolektif. Saya seperti yang sudah-sudah lebih suka menyebutnya kolom fardu kifayah.

Secara umum dapat dikatakan bahwa keropos peradaban pada dimensi ini mengambil bentuk berupa: kelemahan dalam sistem nilai dan ideologi, kegagalan dalam menegakkan keadilan, sistem suksesi yang berdarah-darah, kelalaian dalam membangun sikap pembelajar, kegagalan dalam mengakumulasi sumberdaya bagi pembangunan infrastruktur ilmu dan pendidikan, kelemahan tekad dalam menjaga karya-karya intelektual, dan sikap tinggi hati yang keterlaluan.

RENTANG KEDAULATAN.

The sun has never set in British empire. Hahaha, saya selalu tidak bisa menahan tawa membaca-mendengar ungkapan ini. Sekalipun ini ada benarnya, kita semua tahu bahwa kekuasaan Imperium Inggris itu labil dan tidak berlangsung lama. Mereka tidak pernah bisa tenang walau sebentar saja di kursi mereka. Segera saja kekuasaan itu tergerogoti oleh gelombang revolusi dan nasionalisasi abad 19 dan 20. Tak ada satu bangsa pun yang mau bersemayam terlalu lama di ketiak bangsa lain (abis bau sih). Selalu saja ada gelombang perlawanan dan revolusi untuk menegakkan harga diri bangsa. Kemerdekaan dan harga diri merupakan fitrah manusiawi yang mengalir bersama darah, bersemayam di sumsum tulang, dan hadir bersama napas. Orang-orang Inggris itu salah dalam menentukan pilar bagi kekaisaran mereka. Jangan gantungkan itu pada status kebangsaan, etnis, ataupun ras. Kalau saja mereka memiliki ideologi dan sistem nilai yang terbuka sangat mungkin matahari kekaisaran mereka secara geografis riil masih tetap bersinar sampai hari ini.

Ketika sebuah bangsa memperluas wilayahnya mencakup bangsa lain, maka bangsa itu harus menarik bangsa taklukannya itu ke dalam dirinya, menjadi bagian utuh darinya, dan lebur menjadi satu bangsa yang baru. Hal ini hanya mungkin jika sebuah bangsa menganut ideologi yang bersipat terbuka dimana ikatan moral dan nilai-nilai adalah warna utamanya. Dimana keutamaan dan prestige disandangkan kepada siapa saja yang memiliki moralitas yang tinggi. Dimana prinsip egaliter, persaudaraan, dan solidaritas menjadi ruhnya. Proses penaklukan dan proses penanaman ideologi itu harus berlangsung dengan suasana yang relatif sangat damai dan bersipat sukarela. Daya tarik ideologis dan bukan daya tarik ekonomi yang membuat dua bangsa yang berbeda mampu bekerja sama dengan erat, bersahabat dekat, dan bahkan meleburkan diri.

Bangsa yang membangun kedaulatannya berdasarkan landasan ideologis dan sistem nilai yang terbuka terbukti lebih mudah melakukan ekspansi, lebih mudah mempertahankan rentang kedaulatannya yang luas itu, dan yang menakjubkan semua itu cenderung berlangsung dengan damai. Inggris dan nenek moyang mereka Romawi pada sisi ‘antagonis’, dan Islam pada sisi ‘protagonis’ memberi kita rumus ini. Sekali lagi, tak ada satu pun bangsa yang mau bersemayam terlalu lama di ketiak bangsa lain. Selalu saja ada gelombang perlawanan dan revolusi untuk menegakkan harga diri bangsa. Kemerdekaan dan harga diri merupakan fitrah manusiawi yang mengalir bersama darah, bersemayam di sumsum tulang, dan hadir bersama napas. Bagi Inggris, jangankan bangsa lain, saudara mereka satu bangsa pun, Amerika, berjuang untuk kedaulatan mandiri. Majapahit telah lebih dulu memberi pelajaran tentang hal ini. Suku-suku yang banyak tersebar di nusantara berusaha membantah dengan senjata dan darah mitos superioritas suku Jawa seperti yang sering dibangga-banggakan oleh Gajah Mada. Kelancangan cara berpikir yang menyebabkan perang Bubat. Ini pula yang menyebabkan Mataram Islam gagal menyamai Majapahit karena unsur superioritas kejawaan mereka masih sangat kental (di samping karena VOC dan perpecahan internal). Sementara Indonesia terbantu untuk bersatu karena Islam yang bersipat terbuka, dan secara malu-malu saya katakan, juga karena ada Pancasila. Setiap bangsa mesti memikirkan secara serius kata-kata Muhammad bahwa orang Arab tidak lebih mulia dari orang ajam, yang berkulit putih tidak lebih baik dari yang berkulit hitam.

Di sisi lain, banyak bangsa gagal bertahan di panggung utama sejarah karena mereka tidak sungguh-sungguh membangun dan menegakkan keadilan. Ketika kezaliman dan penindasan antar komponen bangsa merajalela maka semangat pemberontakan pun berkobar-kobar. Amerika tidak tahan diperas oleh Inggris sehingga menuntut merdeka. Tak peduli lagi bahwa mereka satu bangsa dan satu tanah air awalnya. Mereka berusaha keras menjauh dari nenek moyang mereka itu secara nyata di segala bidang sehingga dalam segi bahasa saja kita mengenal ejaan dan eksen Amerika yang berbeda dengan ejaan dan eksen Inggris.

Ambisi kekuasaan kerap bagaikan api yang berkobar-kobar. Salah-salah itu akan menerjang dan menghancurkan segala yang ada. Untuk mempertahankan rentang kedaulatannya yang luas, suatu bangsa mesti memiliki sistem yang menjamin proses suksesi kepemimpinan negara berlangsung secara damai. Budaya cinta damai ini tentu hanya lahir ketika prinsip solidaritas, empati, dan prioritas kebangsaan telah menghujam dalam di hati setiap warganya, dan secara apik diwariskan secara turun temurun dari generasi ke generasi. Sistem suksesi itu harus menjamin kesamaan hak bagi semua orang untuk menjadi pemimpin dan menjamin hanya mereka yang memiliki kapasitas dan kualitas terbaik saja yang akan bisa duduk di kursi kekuasaan. Bahwa kekuasaan yang ada pun bisa dikoreksi setiap saat melalui mekanisme yang legal dan damai. Tanpa ini, nasib bangsa itu akan sama dengan tercabik-cabiknya Persia kuno, Mataram Islam dan seperti juga terbelahnya banyak bangsa-bangsa lainnya.


KREATIFITAS DAN DAYA REKA CIPTA.

Kreatifitas dan daya reka cipta selain ditopang oleh bakat alami build-in, juga ditunjang oleh sikap pembelajar yang ditanamkan lewat pembiasaan dan budaya, dan oleh daya dukung pengetahuan dan pendidikan. Semua variabel itu bersipat berbanding lurus. Sebagaimana masyarakat terbentuk dari individu-individu, maka ketika sebuah masyarakat akan membangun peradaban tinggi-agung, masyarakat itu harus membiasakan dan membudayakan sikap pembelajar, serta membangun infrastruktur ilmu dan pendidikan yang maju. Keropos terjadi ketika masyarakat itu tidak mengalokasikan cukup sumberdaya untuk membangun semua variabel-variabel ini.

Keropos juga terjadi ketika sebuah masyarakat tidak menyediakan cukup kesempatan bagi tumbuh kembang bakat kreatif-rasa penasaran-keingintahuan; dan ruang untuk menampilkan karya-karya kreatifitas-daya reka cipta. Secara eksplisit saya ingin mengatakan bahwa harus selalu ada pameran sains-tehnologi dan pertunjukan seni. Semua media, ruang, dan kesempatan bisa dimanfaatkan secara maksimal untuk sukses misi ini. Kesempatan untuk tampil ini pada akhirnya akan memicu apresiasi khalayak banyak. Sehingga akan semakin banyak orang yang terinspirasi dan termotivasi untuk memberikan-menghasilkan karya kreatif dan karya cipta yang lebih baik. Proses ini akan menjamin proses perbaikan, inovasi, penggabungan, dan penyempurnaan karya-karya seni dan tehnologi yang terus menerus.

Desakan ekonomi dan ambisi yang instan-pragmatis sering mendorong individu-individu dalam masyarakat untuk melakukan kecurangan terhadap karya seni dan karya cipta. Jika dibiarkan ini akan menjadi keropos yang berbahaya. Membiarkan kejahatan intelektual sama saja mematikan mesin besar peradaban dan membunuh masa depan bangsa yang gemilang. Setiap anak bangsa harus disiplin dalam menghargai dan mengakumulasi karya-karya intelektual. Sikap telaten dalam melakukan paten, dan menegakkan undang-undang perlindungan terhadap karya cipta menjadi syarat mutlak.


PEMIMPIN BESAR.

Setiap bangsa yang ingin meretas jalan menuju cahaya harus membangun semacam mekanisme, proses, ataupun sistem pembentukan tokoh. Sistem ketokohan ini bukan dalam rangka membentuk kultus individu, melainkan didasarkan kepada kebutuhan asasi dari bangsa-bangsa akan perlu dan pentingnya kehadiran para pemimpin besar. Pemimpin yang bukan saja menunjuki arah menuju sukses dan mengatasi segala rintangannya, tetapi juga menjadi sumber inspirasi, teladan, dan bahan bakar semangat bagi semua warga bangsa itu. Masyarakat itu harus memberikan banyak ruang-ruang terbuka dan leluasa bagi setiap orang untuk mengaktualisaikan diri dan menampilkan diri ke muka khalayak dengan penuh percaya diri. Mereka yang memimpin adalah mereka yang paling efektif memberi solusi. Kepemimpinan, bagi saya, selalu melekat kepada solusi, inspirasi, arah, pun kepada pragmatisme. Kedengkian harus dibuang jauh-jauh karena ini membunuh potensi kepemimpinan sejak dari tunas mula.

Sekalipun pendidikan sangat penting bagi kepemimpinan, pemimpin besar tidak dibatasi hanya lahir dari institusi pendidikan yang hebat saja. Maka pada sisi ini ada dua keropos yang biasa terjadi. Pertama ketika pendidikan hanya menyentuh sebagian kecil warga bangsa dan bersipat eksklusif. Kerusakan yang diakibatkan olehnya adalah kepemimpinan menjadi hak eksklusif sebagian orang saja. Karena orang-orang dibentuk oleh lingkungan, dan karenanya pula kemudian persepsi dan perspektifnya jadi terbatas, maka ini akan membuat banyak potensi dan kekuatan bangsa tidak tergali sempurna dan utuh. Eksklusifitas kesempatan pendidikan membuat banyak ruang kehidupan terabaikan dan terbengkalai. Kesempatan pendidikan yang adil dan luas membuat sistem mampu menjaring orang-orang dengan latar pendidikan yang baik, berkemampuan kepemimpinan yang tinggi, dan berasal dari berbagai latar belakang yang beragam. Semakin beragam latar belakang dari pemimpin yang tampil, semakin banyak potensi dan sudut-sudut kekuatan yang bisa dihimpun dan dicermati.

Kemungkinan kedua adalah lahirnya pemimpin besar yang melalui proses suksesi yang berdarah-darah. Ketiadaan kesempatan pendidikan yang adil akan membuat orang-orang yang memiliki bakat kepemimpinan alami, dengan kharisma yang kuat, dan pengaruh yang besar, dengan dendam sakit hati atas ketidakadilan, melesat menggerakkan revolusi menggugat kemapanan, melakukan perlawanan keras,  dan mengusung ideologi alternatif. Sayangnya, biasanya semua itu berlangsung dengan berdarah-darah. Tidak sedikit bangsa yang terbelah-belah karena ada episode ini dalam sejarahnya.



ADAPTASI DAN AKULTURASI.

Masa keemasan imperium Majapahit berumur pendek hanya sepanjang umur Gajah Mada dan Hayam Wuruk. Kesalahan utama kedua orang besar itu adalah mereka tidak berupaya menarik kerajaan-kerajaan taklukan mereka ke dalam sistem dan budaya jawa. Mereka justru membangunnya atas dasar ashobiyah dan superioritas kejawaan. Nilai-nilai kejawaan sekalipun menarik justru tidak diperkenalkan kepada suku-suku yang lain. Lubang yang sama diulangi oleh Mataram Islam. Ini membuat Cirebon dan Banten yang juga Islam “menarik diri”. Ketinggian dan inklusifitas Islam jadi redup karenanya. Arab Islam memberi pengaruh kepada dunia selain karena kuatnya landasan ideologinya, juga karena sikap inklusif Islam yang dijalankan secara konsisten. Arab Islam banyak menyerap pelajaran dari Yunani kuno, Romawi kuno, Cina, Mesir kuno, pun bahkan Persia kuno dan India. Adaptasi dan akulturasi justru membuat peradaban Arab Islam jadi sangat berwarna, dan (dengan bangga kita katakan) menjadi peradaban paling langgeng.

Barat berhasil menggapai puncak peradaban di era modern ini setelah belajar dari Arab Islam dan menggali kembali khasanah Romawi kuno. Jalan yang mereka terus telusuri setelah direntas oleh Arab Islam awalnya. Kini Barat memiliki ciri dan prestasi peradabannya sendiri. Kita pun menikmati hasil kerja mereka. Mereka tak urung mempengaruhi banyak sendi-sendi kehidupan kita. Kalau saja Barat konsisten dengan nilai-nilai HAM dan demokrasi misalnya, lalu menjaga integritas mereka tetap tinggi, tetap kukuh kepada prinsip keadilan dan kasih sayang, bukan tidak mungkin mereka akan lebih banyak menarik simpati dan cinta banyak pihak di dunia kotemporer ini. Pertentangan dan permusuhan bisa banyak direduksi. Barat mesti berupaya sungguh-sungguh menghapus stigma superioritas ras mereka atas atas bangsa-bangsa. Barat mesti lepas dari ashiboyah dan superioritas ras ini, jangan melakukan seperti apa yang ditunjukkan oleh Yahudi dan juga Hitler, dan terbukti gagal. Yahudi dan juga Hitler malah menuai benci di mana-mana. Ketika Barat bisa keluar dari semua jebakan itu, bukan tidak mungkin umur peradaban mereka akan lebih bertahan dan bertambah panjang.

Wali Songo berhasil mengislamkan tanah jawa karena meleburkan Islam ke dalam sistem dan budaya masyarakat pulau jawa. Sunan Kalijaga lah yang paling dikenang dalam urusan adaptasi dan akulturasi ini. Walaupun tidak bisa jadi teladan utuh, kita bisa banyak belajar dari Beliau ini.

Jadi, keropos yang menghancurkan proses adaptasi dan akulturasi budaya adalah sikap tinggi hati suatu bangsa. Suatu bangsa jika ingin menjadi pemilik peradaban baru harus rendah hati mengakui sisi-sisi lemah dirinya, belajar dari bangsa lain, menyerap kekuatan bangsa-bangsa besar di dunia, beradaptasi dan melakukan akulturasi, membangun ciri khas, dan kemudian menarik bangsa-bangsa lain ke dalam sistem dan budaya mereka secara utuh,  sambil terus menerus beradaptasi dan berakulturasi. Begitulah, adaptasi, akulturasi, dan sikap inklusif adalah proses yang tanpa titik. Menyerap kekuatan dari luar dan pada saat yang sama memberi pengaruh keluar untuk kemudian meleburkan semua bangsa-bangsa ke dalam dirinya. Ideologi dan nilai-nilailah yang menjadi landasannya.

Sikap inklusif, kemampuan beradaptasi dan melakukan akulturasi positif akan menjadi bekal yang berharga buat generasi-generasi yang panjang itu dalam upaya mereka sukses membangun peradaban Islam baru. Aih senangnya hati kita bisa menyiapkan semua bekal itu.

Wallahu a’lam
asep setiawan

Watak Sukses Para Pemimpin

Bill Gates (kaisar kerajaan Microsoft), Walt Disney (pemimpin Disney, perusahaan entertainment raksasa untuk anak-anak), Sam Walton (komandan Walmart, salah satu perusahaan retail terbesar dunia), Jeff Bezos (kapten perusahaan buku on-line, Amazon.com), Jack Welch (kepala suku perusahaan elektronik General Electronics), Ibu Theresa (tokoh yang dicinta berbagai lapisan di seluruh dunia).

Mereka merupakan pemimpin yang telah terbukti sukses membawa perusahaan dan orang-orang yang dipimpinnya untuk berprestasi gemilang di bidang masing-masing. Ingin sukes seperti para pemimpin dunia ini? Pelajari dan miliki watak sukses mereka.

Berpikir sukses Siapa yang mengira bahwa wanita di Indonesia yang lebih dari seabad lalu masih banyak yang buta huruf dan tidak berpendidikan, sekarang banyak yang sudah menduduki posisi puncak di bidang yang ditekuni masing-masing? Prestasi fenomenal kaum wanita Indonesia ini adalah hasil buah pikir sukses Raden Ajeng Kartini yang dituangkan pada surat-surat yang dikirimkan pada teman-temannya di berbagai tempat.

Siapa yang menyangka komputer yang beberapa dekade lalu hanya digunakan di perusahaan-perusahaan besar karena ukurannya yang besar dan harganya yang sangat mahal, sekarang sudah menjadi perangkat yang tidak bisa dipisahkan dari kegiatan masyarakat masa kini? Bahkan komputer sudah masuk ke pelosok tanah air. Semua ini adalah hasil buah pikir sukses Bill Gates, sang kaisar di kerajaan bisnis Microsoft.

Siapa yang berani bermimpi bahwa kejadian historis (seperti pertandingan final piala dunia, perang, dan penganugrahan hadiah Nobel) di suatu tempat, bisa disaksikan secara "live" di belahan bumi yang berlawanan? Keajaiban ini adalah buah pikir sukses Ted Turner, "kepala suku" jaringan televisi dunia CNN.

Kartini, Bill Gates, Ted Turner meraih sukses karena mereka berpikir sukses. Hal ini bukan berarti mereka sama sekali tidak pernah mengalami kegagalan. Justru sebaliknya, kegagalan berkali-kali menimpa mereka. Namun karena mereka tidak berhenti untuk berpikir sukses, maka belajar dari kegagalan-kegagalan tersebut, mereka bangkit dan mencari serta menciptakan kesempatan untuk meraih sukses. Ibu Kartini yang pada awal perjuangannya, banyak ditentang oleh bangsa sendiri, bahkan sanak keluarga sendiri karena dianggap melawan adat, tidak patah semangat, iapun menggalang dukungan dari orang-orang yang sependapat dan sepikir dengannya tanpa batas negara, etnis ataupun agama.

Ide Bill Gates tentang penyederhanaan penggunaan komputer baik secara fisik maupun fungsi ditolak berbagai calon investor yang didekatinya. Bahkan perusahaan-perusahaan komputer besar yang saat itu berjaya seolah mencibirkan bibir mereka atas "pemikiran sukses" Bill Gates. Namun watak kepimpinan Bill Gates yang kuat memacunya untuk terus berpikir sukses. Keteguhan untuk terus berpikir sukses inilah yang membukakan pintu sukses.

Demikian pula dengan Ted Turner, raja CNN. Beberapa kali gagal dalam berbisnis tidak membuatnya berhenti berupaya. Kegagalan demi kegagalan yang dihadapi dipelajari dengan seksama, sehingga ia tidak mengulanginya lagi. Hasilnya, kesuksesan gemilang diraih pemimpin perusahaan televisi dunia CNN.

Bicara sukses Karena pikiran mereka dipenuhi ide-ide sukses, maka apa yang keluar dari mereka juga adalah kata-kata sukses. Kata-kata ini disampaikan dengan sederhana, dan mudah dimengerti para pengikut sehingga bisa memotivasi dan memberi inspirasi kepada para pengikut untuk tetap optimis walaupun harus menghadapi berbagai kendala, krisis, dan masalah.

Bicara sukses bukanlah merangkai kata-kata bohong yang tak bermakna, sebaliknya kata-kata ini adalah menyiratkan kejujuran, harapan, dan rasa hormat yang ditunjukkan para pemimpin pada orang-orang yang mereka pimpin. Bicara sukses bukan berarti hanya bicara "manis" dengan menyembunyikan "kelemahan" para pemimpin sendiri ataupun para pengikut mereka. Bicara sukses juga mengungkap "kelemahan" dan "kekurangan" yang bisa dan harus diperbaiki dari sang pemimpin dan para pengikutnya. Jadi, fokusnya bukan pada kendalanya, tetapi kesempatan sukses di tengah kendala yang dihadapi.

Bung Tomo dan Bung Karno, pemimpin bangsa Indonesia di zaman revolusi telah menggugah hati dan semangat pemuda-pemudi Indonesia untuk berjuag meraih sukses yang telah diimpi-impikan bersama: Kemerdekaan Indonesia yang akhir minggu ini kita rayakan bersama.

Kedua pemimpin bangsa ini tidak menutupi adanya kendala yang mungkin dihadapi. Mereka mengingatkan adanya bahaya pemecah belahan yang mungkin dilakukan pihak musuh, namun dengan keteguhan dan kekompakan serta tekad untuk saling mendukung, maka kendala ini pasti bisa teratasi. Bayangkan jika kedua pemimpin bangsa ini hanya menyuarakan kekhawatiran dan keraguan mereka saja tanpa memompakan semangat dan harapan. Mungkin saat ini Indonesia masih berada di bawah cengkeraman penjajahan.

Karakter bicara sukses yang diperkuat dengan kejujuran, komitmen sukses, dan loyalitas, juga banyak dijumpai pada pemimpin dunia lain, seperti Nelson Mandela, Martin Luther King, dan Aung San Suu Kyi. Para pemimpin ini senantiasa memompakan kata-kata sukses bagi
bangsa dan pengikut mereka untuk bangkit melawan dis-kriminasi, kemisikinan, penindasan, dan keputusasaan, walaupun banyak kendala yang harus dicermati, disiasati, dan diatasi.

Berbagi sukses
Seorang petani jagung, yang jagungnya selalu menang dalam kontes jagung di daerahnya diwawancarai oleh seorang wartawan. "Apa rahasia Bapak sampai 10 tahun ini terus menerus menjadi juara satu dalam kontes jangung di daerah ini?" demikian pertanyaan sang
wartawan. "Saya memberi bibit jagung unggul saya pada para petani di sekitar ladang saya," jawab si petani.

Dengan terheran-heran sang wartawan bertanya, "Mengapa begitu? Bukankah hal ini berarti Bapak memberi kesempatan pada lawan-lawan Bapak untuk menang?" Dengan bijak sang petani menjawab, "Jika para petani di sekitar saya menanam jagung yang buruk, maka benih dari
tanaman jagung yang mereka tanam akan terbang ke ladang saya dan bersatu dengan benih-benih jagung saya. Akibatnya, tanaman jagung saya kemungkinan tidak akan memiliki kualitas prima karena telah tercemar oleh benih-benih buruk tersebut."

Prinsip seperti itulah yang diterapkan oleh para pemimpin yang sukses. Mereka sadar bahwa sukses tidak bisa diraih sendirian. Sukses tidak habis untuk dinikmati sendirian. Sukses harus diraih dan dinikmati bersama. Jadi untuk sukses, para pemimpin ini sadar bahwa mereka juga harus membuat orang lain sukses, sehingga kesuksesan bersama akan terasa lebih manis dari pada kesuksesan sendiri.

Walt Disney, dalam memproduksi film-film klasik dan fenomenalnya, juga menerapkan prinsip berbagi sukses. Disney sadar bahwa karya yang bagus perlu ditunjang oleh tim yang bagus dan mitra yang bagus pula. Untuk itu, Disney tidak segan-segan merekrut ilustrator, animator, pengisi suara, penulis naskah, sutradara dan insan film lainnya yang memiliki kualitas prima di bidang masing-masing. Tidak heran jika film-film hasil karya mereka (misalnya: Beauty and the Beast, Snow White, Pocahontas, Lion King) selalu mengundang decak kagum dunia. Untuk memproduksi film spektakuler, para pemimpin di perusahaan Disney juga bersedia bermitra dengan Pixar, perusahaan animasi terbaik di bidangnya baik dari segi teknologi maupun aspek kreatif. Buah hasil kerja sama ini adalah film-film animasi yang tidak hanya sukses meraih untung, tapi juga meraih penghargaan, misalnya: Bug's Life, Toy Story, dan Finding Nemo.

Mimpi sukses
Jika kita mendayung bersama dalam satu perahu, semua pendayung perlu memiliki pemahaman yang sama akan tempat yang akan dituju, sehingga bisa mendayung dengan irama yang sama. Namun, jika jika ada kebingungan tentang tempat tujuan yang telah ditetapkan, maka para pendayung kemungkinan akan mendayung kearah yang berlawanan, sehingga walaupun sudah bekerja keras, perahu tidak akan melaju, bahkan mungkin akan berputar-putar di satu titik saja. Demikian pula dengan kesuksesan, untuk memimpin anak buah menuju ke tempat "sukses", sang pemimpin perlu punya "mimpi" sukses. Tanpa mimpi ini, sang pemimpin tidak akan punya gambaran tentang kriteria sukses yang akan diraihnya bersama para pengikutnya.

Sam "Walmart" Walton merupakan pemimpin di dunia bisnis yang punya mimpi sukses dan berhasil menularkan mimpi ini pada para pengikut mereka. Sam Walton bermimpi untuk menghadirkan sebuah "superstore" yang memberikan keramahan pelayanan, kenyamanan tempat, keamanan berbelanja, harga murah, dan variasi barang yang beragam dengan kualitas prima bagi para pelanggan. Agar mimpi bisa terwujud, Sam Walton senantiasa membagikan mimpinya pada para karyawan Walmart. Ia lalu berkeliling untuk bertemu muka dan berkomunikasi dengan para manajer toko, dan pegawai di berbagai outlet Walmart di seluruh Amerika Serikat. Usahanya ini membuahkan kesamaan visi, sehinga seluruh jajaran bisa bersinergi untuk meraih sukses yang telah dimimpikan bersama.

Peta sukses
Setelah mimpi sukses dimiliki, seorang pemimpin perlu memiliki "peta sukses." Dengan peta ini, sang pemimpin bisa memilih alternatif rute yang paling efektif untuk meraih sukses. Orang kebanyakan biasanya akan memilih jalan yang sudah dikenalnya, ataupun yang paling sering dilalui orang, karena takut dan enggan mengambil resiko mencari jalan baru. Seorang pemimpin, dengan modal peta yang dimiliki, justru bisa mengendalikan rasa takutnya untuk mencari, mencoba, atau bahkan membuka jalan baru menuju sukses. Pengetahuan, kemampuan dan ketrampilan seorang pemimpin di bidang yang ditekuni merupakan peta yang ampuh dan akurat untuk membantu mencari rute terbaik meraih sukses.

Jeff "Amazon.com" Bezos, yang sudah banyak makan asam dan garam di dunia teknologi informasi berusaha mencari bahkan membuka jalan baru untuk menyediakan jasa penjualan buku yang dapat dilakukan kapan saja, dimana saja, dan oleh siapa saja tanpa batasan tempat dan waktu. Jika orang kebanyakan memilih usaha "toko buku" untuk mewujudkan mimpi ini, maka Jeff Bezos, membuka jalan baru, on-line bookstore, untuk meraih mimpi suksesnya.

Rencana strategis untuk sukses
Setelah peta dipelajari dan dikuasai dengan baik, rute-rute alternatif ditetapkan, maka langkah berikutnya adalah menyusur rencana strategis meraih sukses. Untuk sampai ketempat tujuan, perlu disusun rencana mengenai kendaraan apa yang akan digunakan, tempat-tempat pemberhentian mana yang akan disinggahi, siapa saja yang akan dihubungi untuk memperoleh dukungan dan fasilitas yang diperlukan, dan berapa biaya yang diperlukan untuk melakukan semua ini. Semua ini perlu dirancang dengan akurat, namun fleksibel, dengan menyisakan kemungkinan untuk penyesuaian terhadap kondisi dan kejadian yang mungkin saja tidak 100% sesuai dengan yang telah diperkirakan sebelumnya.

Jack Welch adalah seorang pemimpin yang merancang sukses dengan menyusun rencana strategis jitu dengan melibatkan jajaran pimpinan perusahaan di tempat ia berkerja. Untuk meraih sukses, Welch mengajak anak buahnya untuk "melihat" kemasa depan: apa yang bisa
membuat mereka gagal dalam persaingan, strategi apa yang harus dilakukan agar hal ini tidak terjadi atau strategi apa yang harus diciptakan agar kondisinya bahkan terbalik: mereka menang dalam persaingan. Strategi ini dikenal dengan singkatan DYB (Destroy Your Business) dan GYB (Grow Your Business).

Tindakan sukses
Yang membedakan seorang pemimpin yang sukses dari yang gagal adalah keberanian untuk mengambil tindakan. Jika orang lain hanya berhenti pada mimpi sukses, ataupun menyusun rencana sukses, maka seorang pemimpin yang sukses berani mengambil keputusan untuk bertindak meraih sukses. Tentu saja tindakan ini tidak membabi buta, melainkan sudah dipikirkan sungguh-sungguh, dengan perencanaan yang rinci, dan persiapan yang matang.

Dalam mengambil tindakan sukses, Colin Powell, salah satu pemimpin perang Irak yang sebelumnya, menerapkan prinsip P= 40
70. Menurut Colin Powell, jika kesempatan sukses ada pada rentang probabilita 40% sampai 70%, dengan informasi, ketrampilan, dan kemampuan yang berhasil dibangun, maka jangan ragu lagi untuk mengambil keputusan. Jika kita menunda untuk bertindak, ada kemungkinan ide dan rencana yang sudah disusun akan menjadi sia-sia, karena orang lain sudah mendahului kita untuk meraih sukses yang kita impikan. Ingin menjadi pemimpin yang sukses? Pelajari dan milikilah watak seorang pemimpin yang sukes. Ingin mencari pemimpin yang bisa membawa kita ke tujuan sukses? Carilah orang yang menunjukan kualitas seorang pimpimpin.

10 Kunci Keberhasilan Bangsa Jepang

Setelah Hiroshima dan Nagasaki luluh lantak terkena bom atom sekutu (Amerika), Jepang pelan tapi pasti berhasil bangkit. Mau tidak mau harus diakui saat ini Jepang bersama China dan Korea Selatan sudah menjelma menjadi macan Asia dalam bidang teknologi dan ekonomi. Alhamdulillah saya mendapat kesempatan 10 tahun tinggal di Jepang untuk menempuh studi saya. Dalam artikel sebelumnya saya mencoba memotret Jepang dari satu sisi. Kali ini, saya mencoba merumuskan 10 resep yang membuat bangsa Jepang bisa sukses seperti sekarang. Tentu rumusan ini di beberapa sisi agak subyektif, hanya dari pengalaman hidup, studi, bisnis dan bergaul dengan orang Jepang di sekitar perfecture Saitama, Tokyo, Chiba, Yokohama. Intinya kita mencoba belajar sisi Jepang yang baik yang bisa diambil untuk membangun republik ini. Kalau ditanya apakah semua sisi bangsa Jepang selalu baik, tentu jawabannya tidak. Banyak juga budaya negatif yang tidak harus kita contoh ;)

1. KERJA KERAS

Sudah menjadi rahasia umum bahwa bangsa Jepang adalah pekerja keras. Rata-rata jam kerja pegawai di Jepang adalah 2450 jam/tahun, sangat tinggi dibandingkan dengan Amerika (1957 jam/tahun), Inggris (1911 jam/tahun), Jerman (1870 jam/tahun), dan Perancis (1680 jam/tahun). Seorang pegawai di Jepang bisa menghasilkan sebuah mobil dalam 9 hari, sedangkan pegawai di negara lain memerlukan 47 hari untuk membuat mobil yang bernilai sama. Seorang pekerja Jepang boleh dikatakan bisa melakukan pekerjaan yang biasanya dikerjakan oleh 5-6 orang. Pulang cepat adalah sesuatu yang boleh dikatakan “agak memalukan” di Jepang, dan menandakan bahwa pegawai tersebut termasuk “yang tidak dibutuhkan” oleh perusahaan. Di kampus, professor juga biasa pulang malam (tepatnya pagi ;)), membuat mahasiswa nggak enak pulang duluan. Fenomena Karoshi (mati karena kerja keras) mungkin hanya ada di Jepang. Sebagian besar literatur menyebutkan bahwa dengan kerja keras inilah sebenarnya kebangkitan dan kemakmuran Jepang bisa tercapai.

2. MALU

Malu adalah budaya leluhur dan turun temurun bangsa Jepang. Harakiri (bunuh diri dengan menusukkan pisau ke perut) menjadi ritual sejak era samurai, yaitu ketika mereka kalah dan pertempuran. Masuk ke dunia modern, wacananya sedikit berubah ke fenomena “mengundurkan diri” bagi para pejabat (mentri, politikus, dsb) yang terlibat masalah korupsi atau merasa gagal menjalankan tugasnya. Efek negatifnya mungkin adalah anak-anak SD, SMP yang kadang bunuh diri, karena nilainya jelek atau tidak naik kelas. Karena malu jugalah, orang Jepang lebih senang memilih jalan memutar daripada mengganggu pengemudi di belakangnya dengan memotong jalur di tengah jalan. Bagaimana mereka secara otomatis langsung membentuk antrian dalam setiap keadaan yang membutuhkan, pembelian ticket kereta, masuk ke stadion untuk nonton sepak bola, di halte bus, bahkan untuk memakai toilet umum di stasiun-stasiun, mereka berjajar rapi menunggu giliran. Mereka malu terhadap lingkungannya apabila mereka melanggar peraturan ataupun norma yang sudah menjadi kesepakatan umum.

3. HIDUP HEMAT

Orang Jepang memiliki semangat hidup hemat dalam keseharian. Sikap anti konsumerisme berlebihan ini nampak dalam berbagai bidang kehidupan. Di masa awal mulai kehidupan di Jepang, saya sempat terheran-heran dengan banyaknya orang Jepang ramai belanja di supermarket pada sekitar jam 19:30. Selidik punya selidik, ternyata sudah menjadi hal yang biasa bahwa supermarket di Jepang akan memotong harga sampai separuhnya pada waktu sekitar setengah jam sebelum tutup. Seperti diketahui bahwa Supermarket di Jepang rata-rata tutup pada pukul 20:00. Contoh lain adalah para ibu rumah tangga yang rela naik sepeda menuju toko sayur agak jauh dari rumah, hanya karena lebih murah 20 atau 30 yen. Banyak keluarga Jepang yang tidak memiliki mobil, bukan karena tidak mampu, tapi karena lebih hemat menggunakan bus dan kereta untuk bepergian. Termasuk saya dulu sempat berpikir kenapa pemanas ruangan menggunakan minyak tanah yang merepotkan masih digandrungi, padahal sudah cukup dengan AC yang ada mode dingin dan panas. Alasannya ternyata satu, minyak tanah lebih murah daripada listrik. Professor Jepang juga terbiasa naik sepeda tua ke kampus, bareng dengan mahasiswa-mahasiswanya.

4. LOYALITAS

Loyalitas membuat sistem karir di sebuah perusahaan berjalan dan tertata dengan rapi. Sedikit berbeda dengan sistem di Amerika dan Eropa, sangat jarang orang Jepang yang berpindah-pindah pekerjaan. Mereka biasanya bertahan di satu atau dua perusahaan sampai pensiun. Ini mungkin implikasi dari Industri di Jepang yang kebanyakan hanya mau menerima fresh graduate, yang kemudian mereka latih dan didik sendiri sesuai dengan bidang garapan (core business) perusahaan. Kota Hofu mungkin sebuah contoh nyata. Hofu dulunya adalah kota industri yang sangat tertinggal dengan penduduk yang terlalu padat. Loyalitas penduduk untuk tetap bertahan (tidak pergi ke luar kota) dan punya komitmen bersama untuk bekerja keras siang dan malam akhirnya mengubah Hofu menjadi kota makmur dan modern. Bahkan saat ini kota industri terbaik dengan produksi kendaraan mencapai 160.000 per tahun.

5. INOVASI

Jepang bukan bangsa penemu, tapi orang Jepang mempunyai kelebihan dalam meracik temuan orang dan kemudian memasarkannya dalam bentuk yang diminati oleh masyarakat. Menarik membaca kisah Akio Morita yang mengembangkan Sony Walkman yang melegenda itu. Cassete Tape tidak ditemukan oleh Sony, patennya dimiliki oleh perusahaan Phillip Electronics. Tapi yang berhasil mengembangkan dan membundling model portable sebagai sebuah produk yang booming selama puluhan tahun adalah Akio Morita, founder dan CEO Sony pada masa itu. Sampai tahun 1995, tercatat lebih dari 300 model walkman lahir dan jumlah total produksi mencapai 150 juta produk. Teknik perakitan kendaraan roda empat juga bukan diciptakan orang Jepang, patennya dimiliki orang Amerika. Tapi ternyata Jepang dengan inovasinya bisa mengembangkan industri perakitan kendaraan yang lebih cepat dan murah. Mobil yang dihasilkan juga relatif lebih murah, ringan, mudah dikendarai, mudah dirawat dan lebih hemat bahan bakar. Perusahaan Matsushita Electric yang dulu terkenal dengan sebutan “maneshita” (peniru) punya legenda sendiri dengan mesin pembuat rotinya. Inovasi dan ide dari seorang engineernya bernama Ikuko Tanaka yang berinisiatif untuk meniru teknik pembuatan roti dari sheef di Osaka International Hotel, menghasilkan karya mesin pembuat roti (home bakery) bermerk Matsushita yang terkenal itu.

6. PANTANG MENYERAH

Sejarah membuktikan bahwa Jepang termasuk bangsa yang tahan banting dan pantang menyerah. Puluhan tahun dibawah kekaisaran Tokugawa yang menutup semua akses ke luar negeri, Jepang sangat tertinggal dalam teknologi. Ketika restorasi Meiji (meiji ishin) datang, bangsa Jepang cepat beradaptasi dan menjadi fast-learner. Kemiskinan sumber daya alam juga tidak membuat Jepang menyerah. Tidak hanya menjadi pengimpor minyak bumi, batubara, biji besi dan kayu, bahkan 85% sumber energi Jepang berasal dari negara lain termasuk Indonesia. Kabarnya kalau Indonesia menghentikan pasokan minyak bumi, maka 30% wilayah Jepang akan gelap gulita :) Rentetan bencana terjadi di tahun 1945, dimulai dari bom atom di Hiroshima dan Nagasaki, disusul dengan kalah perangnya Jepang, dan ditambahi dengan adanya gempa bumi besar di Tokyo. Ternyata Jepang tidak habis. Dalam beberapa tahun berikutnya Jepang sudah berhasil membangun industri otomotif dan bahkan juga kereta cepat (shinkansen). Mungkin cukup menakjubkan bagaimana Matsushita Konosuke yang usahanya hancur dan hampir tersingkir dari bisnis peralatan elektronik di tahun 1945 masih mampu merangkak, mulai dari nol untuk membangun industri sehingga menjadi kerajaan bisnis di era kekinian. Akio Morita juga awalnya menjadi tertawaan orang ketika menawarkan produk Cassete Tapenya yang mungil ke berbagai negara lain. Tapi akhirnya melegenda dengan Sony Walkman-nya. Yang juga cukup unik bahwa ilmu dan teori dimana orang harus belajar dari kegagalan ini mulai diformulasikan di Jepang dengan nama shippaigaku (ilmu kegagalan). Kapan-kapan saya akan kupas lebih jauh tentang ini :)

7. BUDAYA BACA

Jangan kaget kalau anda datang ke Jepang dan masuk ke densha (kereta listrik), sebagian besar penumpangnya baik anak-anak maupun dewasa sedang membaca buku atau koran. Tidak peduli duduk atau berdiri, banyak yang memanfaatkan waktu di densha untuk membaca. Banyak penerbit yang mulai membuat man-ga (komik bergambar) untuk materi-materi kurikulum sekolah baik SD, SMP maupun SMA. Pelajaran Sejarah, Biologi, Bahasa, dsb disajikan dengan menarik yang membuat minat baca masyarakat semakin tinggi. Saya pernah membahas masalah komik pendidikan di blog ini. Budaya baca orang Jepang juga didukung oleh kecepatan dalam proses penerjemahan buku-buku asing (bahasa inggris, perancis, jerman, dsb). Konon kabarnya legenda penerjemahan buku-buku asing sudah dimulai pada tahun 1684, seiring dibangunnya institut penerjemahan dan terus berkembang sampai jaman modern. Biasanya terjemahan buku bahasa Jepang sudah tersedia dalam beberapa minggu sejak buku asingnya diterbitkan. Saya biasa membeli buku literatur terjemahan bahasa Jepang karena harganya lebih murah daripada buku asli (bahasa inggris).

8. KERJASAMA KELOMPOK

Budaya di Jepang tidak terlalu mengakomodasi kerja-kerja yang terlalu bersifat individualistik. Termasuk klaim hasil pekerjaan, biasanya ditujukan untuk tim atau kelompok tersebut. Fenomena ini tidak hanya di dunia kerja, kondisi kampus dengan lab penelitiannya juga seperti itu, mengerjakan tugas mata kuliah biasanya juga dalam bentuk kelompok. Kerja dalam kelompok mungkin salah satu kekuatan terbesar orang Jepang. Ada anekdot bahwa “1 orang professor Jepang akan kalah dengan satu orang professor Amerika, hanya 10 orang professor Amerika tidak akan bisa mengalahkan 10 orang professor Jepang yang berkelompok”. Musyawarah mufakat atau sering disebut dengan “rin-gi” adalah ritual dalam kelompok. Keputusan strategis harus dibicarakan dalam “rin-gi”.

9. MANDIRI

Sejak usia dini anak-anak dilatih untuk mandiri. Irsyad, anak saya yang paling gede sempat merasakan masuk TK (Yochien) di Jepang. Dia harus membawa 3 tas besar berisi pakaian ganti, bento (bungkusan makan siang), sepatu ganti, buku-buku, handuk dan sebotol besar minuman yang menggantung di lehernya. Di Yochien setiap anak dilatih untuk membawa perlengkapan sendiri, dan bertanggung jawab terhadap barang miliknya sendiri. Lepas SMA dan masuk bangku kuliah hampir sebagian besar tidak meminta biaya kepada orang tua. Teman-temen seangkatan saya dulu di Saitama University mengandalkan kerja part time untuk biaya sekolah dan kehidupan sehari-hari. Kalaupun kehabisan uang, mereka “meminjam” uang ke orang tua yang itu nanti mereka kembalikan di bulan berikutnya.

10. JAGA TRADISI

Perkembangan teknologi dan ekonomi, tidak membuat bangsa Jepang kehilangan tradisi dan budayanya. Budaya perempuan yang sudah menikah untuk tidak bekerja masih ada dan hidup sampai saat ini. Budaya minta maaf masih menjadi reflek orang Jepang. Kalau suatu hari anda naik sepeda di Jepang dan menabrak pejalan kaki , maka jangan kaget kalau yang kita tabrak malah yang minta maaf duluan. Sampai saat ini orang Jepang relatif menghindari berkata “tidak” untuk apabila mendapat tawaran dari orang lain. Jadi kita harus hati-hati dalam pergaulan dengan orang Jepang karena ”hai” belum tentu “ya” bagi orang Jepang ;) Pertanian merupakan tradisi leluhur dan aset penting di Jepang. Persaingan keras karena masuknya beras Thailand dan Amerika yang murah, tidak menyurutkan langkah pemerintah Jepang untuk melindungi para petaninya. Kabarnya tanah yang dijadikan lahan pertanian mendapatkan pengurangan pajak yang signifikan, termasuk beberapa insentif lain untuk orang-orang yang masih bertahan di dunia pertanian. Pertanian Jepang merupakan salah satu yang tertinggi di dunia.

Mungkin seperti itu 10 resep sukses yang bisa saya rangkumkan. Bangsa Indonesia punya hampir semua resep orang Jepang diatas, hanya mungkin kita belum mengasahnya dengan baik. Di Jepang mahasiswa Indonesia termasuk yang unggul dan bahkan mengalahkan mahasiswa Jepang. Orang Indonesia juga memenangkan berbagai award berlevel internasional. Saya yakin ada faktor “non-teknis” yang membuat Indonesia agak terpuruk dalam teknologi dan ekonomi. Mari kita bersama mencari solusi untuk berbagai permasalahan republik ini. Dan terakhir kita harus tetap mau belajar dan menerima kebaikan dari siapapun juga.

Dikutip dari http://ilmukomputer.com(romisatriawahono)

Munajat Dini hari Yang Menyentuh hati

Munajat Dini hari Yang Menyentuh hati

Oleh: Syamsuri Rifai

 

Munajat ini sangatlah bermanfaat untuk memperoleh penjagaan dan

perlindungan Allah swt dari segala apa yang kita takutkan khususnya

di saat-saat dunia sedangkan dilanda bermacam-macam musibah. Munajat

ini juga bermanfaat untuk memperoleh keluasan rizki yang halal dan

berkah; dan untuk memperoleh ketentraman dan kedamaian hati

khususnya saat-saat menghadapi problem yang menggoncang kehidupan

kita. Saya yakin munajat ini  jika dibaca dan diresapi maknanya,

dapat mengalirkan air mata kita saat-saat dalam kesendirian. Waktu

untuk membaca munajat ini dari jam tiga malam sesudah shalat layl

(shalat malam) hingga menjelang waktu Subuh:

 

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang

Ya Allah, sampaikan shalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad

 

Ya Allah, Duhai Pelindungku dalam dukaku

Duhai Sahabatku dalam deritaku

Duhai Kekasihku dalam nikmatku

Duhai Tujuanku dalam harapanku

Engkaulah Yang Menutupi rahasiaku,Yang Menenteramkan ketakutanku,

Yang Memaafkan ketergelinciranku, ampuni kesalahanku.

 

Ya Allah, aku bermohon pada-Mu kepatuhan dalam keimanan sebelum

kepatuhan kehinaan dalam neraka. Wahai Yang Maha Esa, wahai Yang

Maha Tunggal, wahai Yang Tak Beranak dan tidak diperanakkan, serta

tak ada tandingan bagi-Nya.

 

Wahai Yang Memberi orang yang memohon karunia dan rahmat-Nya

Wahai Yang Memulai dengan kebaikan kepada orang yang tidak memohon

karunia dan kemuliaan-Nya yang abadi.

Sampaikan shalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad.

Anugerahkan padaku rahmat yang luas dan meliputi, yang dengannya aku

mencapai kebaikan di dunia dan akhirat.

 

Ya Allah, aku memohon ampun kepada-Mu, yang dengannya aku bertaubat

pada-Mu dan kembali pada-Mu. Aku memohon ampun kepada-Mu dari segala

kebaikan yang kuinginkan saat aku menghadap pada-Mu, yang di

dalamnya bercampur sesuatu yang tak layak bagi-Mu.

 

Sampaikan shalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, maafkan

kezalimanku dan kedurhakaanku wahai Yang Maha Mulia, wahai Yang

Tidak Menyia-nyiakan orang yang bermohon, wahai Yang Tidak habis

karunia-Nya karena orang yang me memperolehnya, wahai Yang Maha

Tinggi sehingga tidak ada sesuatu pun yang mengungguli-Nya, wahai

Yang Maha Dekat sehingga tidak ada sesuatu selain-Nya.

 

Sampaikan shalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, sayangi

daku wahai Yang Membelah lautan untuk Musa. Sayangi daku malam ini,

malam ini, malam ini; saat ini, saat ini, saat ini.

 

Ya Allah, sucikan hatiku dari kemunafikan, amalku dari riya',

lisanku dari dusta, mataku dari khianat, sesungguhnya Engkau Maha

Mengetahui semua mata yang berkhianat, dan semua yang tersimpan di

dalam hati.  

 

Ya Rabbi

Inilah saatnya orang mencari perlindungan dengan-Mu dari api neraka

Inilah saatnya orang memohon penjagaan dengan-Mu dari api neraka

Inilah saatnya orang memohon pertolongan dengan-Mu dari api neraka

 

Inilah saatnya orang berlari kepada-Mu dari api neraka

Inilah saatnya orang karena kesalahannya kembali kepada-Mu, mengakui

dosanya dan bertaubat kepada Tuhannya.

 

Inilah saatnya orang yang sengsara dan butuh kepada-Mu

Inilah saatnya orang yang ketakutan dan mencari perlindungan-Mu

Inilah saatnya orang yang duka dan menderita

Inilah saatnya orang yang kebingungan dan kesulitan

 

Inilah saatnya orang yang terasing dan tenggelam dalam kesunyian

Inilah saatnya orang yang kesepian dan sendirian

Inilah saatnya orang yang tidak mendapatkan pengampun dosanya

kecuali dari-Mu

    yang  tak ada yang memberi kekuatan pada kelemahannya kecuali

Engkau

    yang tak ada yang memberi kebahagiaan atas penderitaannya selain-

Mu

 

Ya Allah, wahai Yang Maha Mulia, jangan campakkan wajahku ke dalam

api neraka setelah tenggelam dalam sujud pada-Mu, merebah di hadapan-

Mu karena tak mensyukuri kebaikan-Mu padaku. Padahal, segala puji

bagi-Mu, anugrah dan karunia yang aku peroleh adalah milik-Mu.

 

Ya Rabbi, ya Rabbi (diulang-ulang tanpa bernafas hingga akhir

kemampuan bernafas),

Sayangi kelemahanku dan sedikitnya dayaku,

lemahnya kulitku dan hancurnya anggota tubuhku,

berserakannya dagingku, jasadku dan tubuhku,

kesendirianku dan kesepianku di kuburku

dan segala keluh-kesahku dalam ujian yang kecil.

 

Ya Rabbi, aku  memohon pada-Mu

      kesejukan hati pada hari kerugian dan penyesalan.    

      Putihkan wajahku ya Rabbi pada hari wajah-wajah menjadi hitam

      Lindungi daku dari peristiwa besar yang menakutkan

Aku memohon pada-Mu

      kebahagiaan pada hari semua hati dan pandangan diputarbalikkan

      kedamaian pada saat aku berpisah dengan dunia.

 

Segala puji bagi Allah, yang aku harapkan pertolongan-Nya dalam

hidupku, yang aku persiapkan sebagai simpanan pada hari aku

membutuhkan.

 

Segala puji bagi Allah, kepada-Nya aku berdoa, tidak kepada selain-

Nya, dan sekiranya aku berdoa kepada selain-Nya niscaya mengecewakan

doaku.

 

Segala puji bagi Allah, kepada-Nya aku berharap, tidak kepada selain-

Nya, dan sekiranya aku berharap kepada selain-Nya tentu berbeda

dengan harapanku.

 

Segala puji bagi Allah,  Yang Memberi kenikmatan, Yang Memberi

kebaikan, Yang Memberi keindahan, Yang Memberi karunia. Yang

Memiliki keagungan dan kemuliaan, Yang Memiliki semua kenikmatan,

Yang Memiliki semua kebaikan, Puncak segala harapan,  Yang

Menunaikan semua keperluan.

 

Ya Allah,  sampaikan shalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad

Karuniakan padaku keyakinan dan berbaik sangka pada-Mu

Kuatkan dalam hatiku harapanku pada-Mu

Putuskan harapanku pada selain-Mu, sehingga aku tidak berharap

kecuali kepada-Mu

dan tidak percaya kecuali kepada-Mu.

 

Ya Latif, wahai Yang Maha Lembut terhadap apa yang  Kau kehendaki,

sayangi daku dalam segala keadaanku sebagaimana yang Kau cintai dan

Kau ridhai.

 

Ya Rabbi, sungguh aku ini lemah terhadap api neraka, maka jangan

siksa daku dengan api neraka.

Ya Rabbi, sayangi doaku, kerendahanku, ketakutanku, kehinaanku dan

kemiskinanku,

harapanku dalam perlindungan dan pertolongan.

 

Ya Rabbi, sungguh aku ini lemah untuk mendapatkan dunia sedangkan

Engkau Maha Luas rizki-Nya dan Maha Dermawan.

 

Ya Rabbi, aku memohon pada-Mu dengan kekuatan-Mu terhadap dunia,

dengan kekuasaan-Mu atasnya, dengan ketidakbutuhan-Mu padanya dan

kebutuhanku padanya, karuniakan padaku tahun ini, bulan ini, hari

ini, saat ini, rizki yang membuatku merasa cukup dari rizki yang

halal dan baik yang ada di tangan manusia.

 

Ya Rabbi, aku berharap dari-Mu, aku mengingikan dari-Mu, aku

bermohon pada-Mu, karena Engkaulah pemilik semua itu. Aku tidak

berharap kepada selain-Mu, aku tidak percaya kecuali kepada-Mu wahai

Yang Maha Pengasih dari segala yang mengasihi.

 

Ya Rabbi, telah aku zalimi diriku, ampuni aku, sayangi aku, maafkan

aku. Wahai Yang Maha Mendengar semua suara, wahai Yang Maha Meliputi

semua yang berlalu, wahai Yang Menyelamatkan semua jiwa setelah

kematian, wahai Yang Maha Suci dari semua kegelapan, Yang Tidak

diserupai oleh semua suara, dan Tidak disibukkan oleh segala

sesuatu.

 

Karuniakan kepada Muhammad saw dan keluarganya

   yang paling utama dari apa yang ia mohon pada-Mu

   yang paling utama dari apa yang pernah dimohon pada-Mu

   yang paling utama dari apa yang selalu dimohon pada-Mu hingga

hari  kiamat.

Anugerahkan padaku keselamatan sehingga menenteramkan kehidupan dan

penghidupanku.

Akhiri hidupku dengan kebaikan sehingga dosa-dosa tidak

membahayakanku.

Ya Allah, karuniakan padaku rasa ridha dalam hatiku terhadap apa

yang telah Kau bagikan padaku sehingga aku tidak meminta sesuatu

kepada selain-Mu.

 

Ya Allah, sampaikan shalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad

Bukakan bagiku khazanah-khazanah rahmat-Mu

Sayangi daku dengan rahmat-Mu

Jangan siksa daku sesudah ini selamanya di dunia dan akhirat

Karuniakan padaku rizki yang halal dan baik dari karunia-Mu yang luas

Sehingga aku tidak butuh kepada  selain-Mu, tambah bersyukur pada-

Mu, bertambah butuh pada-Mu dan tidak butuh kepada selain-Mu, dan

memperoleh kesucian diri dari-Mu.

 

Wahai Yang Memberi kebaikan, wahai Yang Memberi keindahan, wahai

Yang Memberi karunia, wahai Yang Memiliki segala sesuatu, wahai Yang

Menentukan takdir.

Sampaikan shalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad,

Selamatkan daku dari segala kesulitan

Penuhi daku dengan yang terbaik

Berkahi daku dalam segala urusanku

Penuhi semua kebutuhanku.

 

Ya Allah,  mudahkan bagiku apa yang kutakutkan kesulitannya, karena

untuk memudahkan semua yang aku takutkan kesulitannya adalah mudah

bagi-Mu.

Mudahkan bagiku apa yang kutakutkan kesedihannya

Jauhkan dariku apa yang kutakutkan kesempitannya

Selamatkan daku dari apa yang kutakutkan penderitaannya

Singkirkan dariku apa yang kutakutkan bala'nya

Wahai Yang Maha Pengasih dari segala yang mengasihi.

  

Ya Allah    

Penuhi hatiku dengan rasa cinta pada-Mu dan takut pada-Mu

    pengakuan terhadap keberanaran-Mu dan keimanan pada-Mu

    kesendirian bersama-Mu dan kerinduan pada-Mu

Yâ Dzal jalâli wal Ikrmâ, wahai Pemilik keagungan dan kemuliaan.

 

Ya Allah, Engkau mempunyai hak atasku, bantulah aku memenuhinya. Aku

juga mempunyai tanggung jawab pada manusia, berilah aku kekuatan

untuk memikulnya. Telah Engkau tentukan jamuan bagi setiap tamu-Mu.

Aku adalah tamu-Mu, maka jadikanlah surga sebagai jamuanku malam

ini. Wahai Pemberi surga, wahai Pemberi ampunan. Lâ hawla walâ

quwwata illâ bilka, tiada daya dan kekuatan kecuali dengan-Mu.

 

Munajat ini dikutip dan diterjemahkan oleh Syamsuri Rifa'i dari

Mafatihul Jinan, bab 2, halaman 198).

15 Sep 2009

[Pri-News] Pembekalan

Assalamualaikum wrwb

Teman dan sahabat sekalian, sebagai anggota dewan yg baru, kami belum banyak paham seluk beluk dan aturan main di parlemen. Apalagi, saat ini ada peraturan susduk (susunan dan kedudukan dpr/dprd) yang baru, tentu membutuhkan proses belajar yang lebih intens.

Pekan ini kami membuka dan membedah susduk tsb. Alhamdulillah sedikit demi sedikit mulai paham. Susduk ini juga menjadi landasan untuk menyusun tata tertib anggota dewan.

Di samping mempelajari susduk, pekan ini kami juga mulai membahas dan orientasi tentang OPD (organisasi perangkat daerah), tugas dan tanggung jawabnya, dan peran/tugas kita sebagai anggota dewan.

Kami juga membedah berbagai kasus yg ada di masing2 OPD tsb, dan kaitannya dg pelayanan publik. Memang harus diakui, masih sangat banyak hal yg perlu dibenahi, baik di pemkot maupun di dprd ini.

Jika ada diantara sahabat2 yang memiliki info penting terkait dg kinerja aparat, atau kasus2 di lapangan, kami mohon dapat diinfokan. Informasi dpt dikirim via email ke fpks.kotadepok@gmail.com dan prihandoko@gmail.com.

Senin lalu paripurna dprd sudah menetapkan fraksi2 yang ada di DPRD, yaitu fraksi demokrat, fraksi pks, fraksi golkar, fraksi pdip, fraksi pan, fraksi gerindra bangsa. Aleg pds bergabung di fraksi demokrat. Aleg ppp bergabung dg fraksi pan. Aleg pkb bergabung di fraksi gerindra bangsa.

Selain itu, senin kemarin DPRD sdh membentuk panitia khusus pembahasan tata tertib dewan, suatu peraturan yg akan menjadi pegangan bagi dprd dlm menjalankan tugasnya. Jika ada informasi tentang konsep kinerja dewan yang bagus, mohon bisa di sharing kpd kami.

Demikian sekilat info. Mohon doanya selalu agar tetap ikhlas dan istiqomah.

Jazakumullah khairan katsira.
Wassalamualaikum wrwb.

Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

7 Sep 2009

Khutbah Rasul ttg Keagungan Ramadhan

Khutbah Rasul Tentang Fadhilah dan Keagungan Ramadhan

          Syekh Saduq meriwayatkan dengan sanad mu'tabar, dari Imam Ridla as dari bapa-bapa beliau, dari Imam Ali bin Abitalib as, berkata, "Suatu hari Rasul Allah saaw berkhutbah di hadapan kami. Beliau berkata, "Wahai umat manusia, sesungguhnya telah datang kepada kalian bulan Allah dengan berkah, rahmat dan maghfiroh. Bulan yang di sisi Allah merupakan bulan paling mulia. Hari-harinya, paling mulia, malam-malamnya paling mulia, dan saat-saatnya paling utama. Di bulan ini kalian diundang untuk menjadi tamu-tamu Allah, dan kalian diajak untuk menerima karunia Allah. Di bulan ini tarikan dan desahan nafas kalian adalah tasbih, tidur kalian ibadah, amal kalian diterima, dan doa kalian dikabulkan. Maka dari itu, mohonlah kepada Allah dengan niat yang jujur dan hati yang bersih, agar Allah memberikan taufiq kepada kalian untuk dapat melakukan puasa dan membaca Kitab-Nya. Sesungguhnya celakalah orang yang tidak memperoleh ampunan Allah di bulan yang mulia ini.

Dengan lapar dan dahaga kalian di bulan ini, ingatlah lapar dan dahaga hari kiamat. Bersedekahlah untuk kaum miskin kalian, dan muliakanlah orang-orang tua kalian dan kasihilah anak-anak kecil kalian. Bersilaturahmilah kalian dan jagalah lidah kalian, dan pejamkanlah mata kalian dari hal-hal yang tidak halal kalian memandangnya, dan hindarilah mendengar hal-hal yang tidak halal kalian mendengarnya. Berikanlah kasih sayang kepada anak-anak yatim orang lain, maka Allah akan melimpahkan kasih sayang-Nya kepada anak-anak yatim kalian. Bertaubatlah kepada-Nya dari dosa-dosa kalian, dan angkatlah tangan-tangan kalian kepada-Nya dengan doa di waktu-waktu salat kalian. Karena ia adalah sebaik-baik waktu, dimana Allah memandang kepada hamba-hamba-Nya di saaat itu dengan pandangan rahmat. Allah akan menjawab permohonan mereka yang memohon, dan memenuhi panggilan mereka yang memanggil.

Wahai sekalian manusia, sesungguhnya diri kalian terikat oleh amal perbuatan kalian, maka bebaskan diri kalian dengan istighfar. Pundak-pundak kalian berat terbebani oleh dosa-dosa, maka ringankanlah ia dengan sujud yang lama. Ketahuilah bahwa Allah swt telah bersumpah dengan kemuliaan-Nya untuk tidak mengadzab orang yang salat dan yang sujud, dan tidak pula akan menakut-nakuti mereka dengan api neraka pada hari ketika semua orang berdiri di hadapan Tuhan seru sekalian alam.

Wahai umat manusia, barang siapa diantara kalian menolong seorang mukmin yang berpusa untuk berbuka di bulan ini maka Allah akan membebaskannya dari api neraka dan mengampuninya dari dosa-dosa masa lalunya……"

Sampai di sini, seseorang bertanya kepada Rasul Allah, "Wahai Rasul Allah saaw, tidak semua kami mampu untuk bersedekah seperti itu."

Rasul Allah saaw menjawab, "Hindarilah api neraka, meskipun dengan separuh kurma. Hindarilah api neraka walau dengan seteguk air. Sesungguhnya Allah swt akan memberikan pahala tersebut kepada orang yang bersedekah sekecil itu, jika tidak mampu bersedekah dengan yang lebih besar.

Wahai manusia, barang siapa diantara kalian yang baik akhlaknya di bulan ini maka ia akan mendapat kemudahan melewati shirat (jembatan di akherat) ketika banyak kaki yang tergelincir. Barang siapa di bulan ini memberikan keringanan kepada budak atau pembantunya, maka Allah akan meringankan perhitungan amalnya. Barang siapa menghentikan kejahatannya, maka Allah akan mencegah kemarahan-Nya terhadap orang itu di hari pertemuan. Barang siapa memuliakan anak yatim di bulan ini, maka Allah akan memuliakannya di hari pertemuan. Barang siapa menjalin hubungan kekeluargaan di bulan ini, maka Allah akan menjalinnya dengan rahmat-Nya di hari pertemuan. Barang siapa memutus hubungan kekeluargaan di bulan ini, maka Allah akan memutusnya dari rahmat-Nya di hari pertemuan. Barang siapa melakukan salat sunnah di bulan ini, maka Allah akan menetapkan baginya kebebasan dari api neraka. Barang siapa melaksanakan kewajiban di bulan ini, maka baginya pahala pelaksanaan 70 kewajiban di bulan-bulan selainnya. Barang siapa memperbanyak shalawat kepadaku di bulan ini, maka Allah akan memberatkan timbangan amal baiknya di hari ringannya timbangan amal baik. Barang siapa membaca satu Ayat Al-Quran di bulan ini, maka baginya pahala orang yang mengkhatamkan seluruh Al-Quran di bulan lain.

Wahai manusia, sesungguhnya pintu-pintu surga di bulan ini terbuka lebar, maka mohonlah kepada Allah untuk tidak menutupnya bagi kalian. Sedangkan pintu-pintu neraka tertutup rapat, maka mohonlah kepada Allah untuk tidak membukanya bagi kalian. Setan-setan pun terbelenggu, maka mintalah kepada Allah untuk tidak membiarkannya berkuasa atas kalian."
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

[Pri-News] Sept 09: Pelantikan & Konsolidasi

Untuk menjalin komunikasi yg baik dengan konstituen, insya Allah [Pri-News] akan hadir secara berkala di blog pri-prihandoko.blogspot.com. Mhn masukan/ide/gagasan, kritik dan sarannya untuk kemajuan kita bersama.

(1) Alhamdulillah, Jumat 3 Sept, telah dilakukan pelantikan anggota DPRD. Mohon doa dan dukungannya agar dpt mjaga amanah.

(2) Ahad 6 Sept, bersama pimpinan fraksi membahas situasi perpolitikan di dewan dan rencana pembagian posisi di alat-alat kelengkapan dewan.

(3) Senin 7 Sept 09, Rapat Fraksi, membahas rencana kerja fraksi dan mempelajari peraturan susduk dprd yang baru.

Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Jadikan hatimu seluas danau

seorang guru mendatangi seorang muridnya ketika wajahnya belakangan ini selalu tampak murung.

"kenapa kau selalu murung, nak? Bukankah banyak hal yang indah di dunia ini? Ke mana perginya wajah bersyukurmu? " sang guru bertanya.

"guru, belakangan ini hidup saya penuh masalah. Sulit bagi saya untuk tersenyum. Masalah datang seperti tak ada habis-habisnya, " jawab sang murid muda.

Sang guru terkekeh. "nak, ambil segelas air dan dua genggam garam.

Bawalah kemari. Biar kuperbaiki suasana hatimu itu."

si murid pun beranjak pelan tanpa semangat. Ia laksanakan permintaan gurunya itu, lalu kembali lagi membawa gelas dan garam sebagaimana yang diminta.

"coba ambil segenggam garam, dan masukkan ke segelas air itu," kata sang guru. "setelah itu coba kau minum airnya sedikit."

si murid pun melakukannya. Wajahnya kini meringis karena meminum air asin.

"bagaimana rasanya?" tanya sang guru.

"asin, dan perutku jadi mual," jawab si murid dengan wajah yang masih meringis.

Sang guru terkekeh-kekeh melihat wajah muridnya yang meringis keasinan.

"sekarang kau ikut aku." sang guru membawa muridnya ke danau di dekat tempat mereka. "ambil garam yang tersisa, dan tebarkan ke danau."

si murid menebarkan segenggam garam yang tersisa ke danau, tanpa bicara. Rasa asin di mulutnya belum hilang. Ia ingin meludahkan rasa asin dari mulutnya, tapi tak dilakukannya. Rasanya tak sopan meludah di hadapan gurunya, begitu pikirnya.

"sekarang, coba kau minum air danau itu," kata sang guru sambil mencari batu yang cukup datar untuk didudukinya, tepat di pinggir danau.

Si murid menangkupkan kedua tangannya, mengambil air danau, dan membawanya ke mulutnya lalu meneguknya. Ketika air danau yang dingin dan segar mengalir di tenggorokannya, sang guru bertanya kepadanya, "bagaimana rasanya?"

"segar, segar sekali," kata si murid sambil mengelap bibirnya dengan punggung tangannya. Tentu saja, danau ini berasal dari aliran sumber air di atas sana . Dan airnya mengalir menjadi sungai kecil di bawah.

Dan sudah pasti, air danau ini juga menghilangkan rasa asin yang tersisa di mulutnya.

"terasakah rasa garam yang kau tebarkan tadi?"

"tidak sama sekali," kata si murid sambil mengambil air dan meminumnya lagi. Sang guru hanya tersenyum memperhatikannya, membiarkan muridnya itu meminum air danau sampai puas.

"nak," kata sang guru setelah muridnya selesai minum. "segala masalah dalam hidup itu seperti segenggam garam. Tidak kurang, tidak lebih.

Hanya segenggam garam. Banyaknya masalah dan penderitaan yang harus kau alami sepanjang kehidupanmu itu sudah dikadar oleh allah, sesuai untuk dirimu. Jumlahnya tetap, segitu-segitu saja, tidak berkurang dan tidak bertambah. Setiap manusia yang lahir ke dunia ini pun demikian. Tidak ada satu pun manusia, walaupun dia seorang nabi, yang bebas dari penderitaan dan masalah."

si murid terdiam, mendengarkan.

"tapi nak, rasa `asin' dari penderitaan yang dialami itu sangat tergantung dari besarnya 'qalbu'(hati) yang menampungnya. Jadi nak, supaya tidak merasa menderita, berhentilah jadi gelas. Jadikan qalbu dalam dadamu itu jadi seluas danau."