15 Agt 2012

Harapan dan cita-cita

Orang yg tidak memiliki harapan dan cita-cita sama nasibnya dg burung yg tidak memiliki sayap untuk terbang. Tugas kita bukanlah menyalahkan masa lalu, tapi menatap masa depan dg penuh harapan.
= Do Better Be The BEST =
[www.prihandoko.com]

14 Agt 2012

Hakikat Kebebasan

Dikutip dari fb kiriman teman.

Majlis Ramadhan (22): Tanktop Kebebasan

"Aku pake tanktop, celana pendek ... suka-suka aku ... aku bebas..."

"Aku nggak pake kerudung, nggak pake jilbab ... mau-mau gue, ngapain elo ... aku bebas..."

"Aku ngerokok di mana aja, cesss buweelll ... suka-suka aku... elu batuk? Tahan napas elu, aku bebas..."

"Aku ngecengin cewek, nggodain mereka ... aku bebas... jangan ikut campur urusan gue lu..."

"TANKTOP KEBEBASAN"
~Oleh Awy' Ameer Qolawun-Full~

"Cowok, godain aku dong... gantian ah... suka-suka aku dong ... kan aku bebas mau ngapain aja..."

"Aku bebas, tak ada satupun yang mampu mengaturku, aku bebas.. bebas sebebas-bebasnya... ahahaha... bapak gue aja nggak ngatur gue, ngapain elo mo belagu ngatur-ngatur gue, sok suci lo..."

"Aku mau sholat, mau nggak, terserah gue ... aku bebas..."

Bla bla bla ... bebas, bebas, dan bebas

--ooo--

"Kebebasan" adalah tuntutan dan jargon yang kerap diteriakkan oleh generasi muda saat ini. Itu baru dalam tahap penampilan dan berperilaku sehari-hari, belum masuk pada ranah pemikiran yang makin tak terkendali.

Memang, kebebasan adalah hak setiap orang, karena Allah Menciptakan kita sebagai orang merdeka. Namun apakah pernyataan di atas, berbagai kata-kata itu adalah bukti dari kebebasan? Kebebasan yang dalam arti sebenarnya? Kebebasan yang meninggalkan rasa nyaman dan tenang dalam hati kita?

Aku tanya, coba jawab, jika dalam hati kalian (yang meneriakkan "bebas mau ngapain apa aja") tetapi saat sendiri kalian merasakan keresahan dan kekosongan batin yang luar biasa, apakah itu dinamakan bebas?

Apakah dinamakan kebebasan saat berani melakukan semua itu ketika jauh dari pengawasan orang tua, jauh dari kampung halaman, namun saat kembali ke rumah orang tua bersikap sangat diam, berpakaian sopan dan tak ada keberanian melakukan sesuatu saat jauh dari orang tua tadi?

Apakah dinamakan kebebasan ketika mendadak begitu ketakutan saat terpergok kelakuannya oleh orang yang dikenalnya?

Aku tanya, apakah seseorang yang usai makan, merasa nggak enak kalau nggak ngerokok, mulut terasa pahit, kayak ditempeleng nggak membalas, itu orang yang merdeka atau menjadi hamba rokok tanpa terasa?

Apakah para cewek yang merasa tidak bisa membuktikan kecewekannya kecuali dengan memamerkan keindahan tubuhnya untuk dilihat setiap mata cowok, itu cewek yang merdeka atau diperbudak tanpa terasa oleh nafsu eksibisionis? Merdeka atau diperbudak oleh tanktop? Merdeka atau diperbudak nafsu ingin mengobral habis semua kemolekannya?

Apakah cowok yang ditantang temannya untuk ngedrug lalu saat menolak diolok banci oleh temannya kemudian akhirnya ngedrug hanya menghindari olokan, itu cowok yang merdeka atau diperbudak tanpa terasa oleh perasaan gengsi?

Kebebasan hakiki adalah saat kita tidak mengalami rasa ketakutan melakukan apapun di mana saja dan kapan saja...

Kebebasan hakiki adalah saat tidak terjadi perang batin yang bergejolak dalam diri kita antara nafsu dan nurani...

Kebebasan hakiki adalah saat tak ada rasa hampa dalam batin kita, tak ada perasaan bersalah, tak ada rasa dosa, tak ada rasa sesal sebab merasa mengkhianati moral usai melakukan apapun...

Kebebasan hakiki adalah saat kita mengalami ketenangan luar biasa sebab selalu ingat Allah di manapun dan dalam keadaan apapun kita berada...

Maka syariat adalah sama sekali bukan belenggu kebebasan, tanamkan itu dibenak kita dalam-dalam, syariat adalah penjamin kebebasan dari segala jenis belenggu nafsu.

Bohong, jika kita mengaku bebas, tapi dalam hati kecil kita ada rasa bersalah.

Bohong, jika kita mengaku bebas, tapi setiap usai melakukan sesuatu hati kita tidak tenang, hampa.

Bohong, jika kita mengaku bebas, tapi selalu ada perasaan menyesal saat menyendiri.

Bohong, jika kita mengaku bebas, tapi selalu terbayang ketakutan dimarahi orang tua atau dicemooh orang sekampung jika kepergok tindakan bodoh kita.

Bohong, jika kita mengaku bebas, tetapi hati kita membisikkan bahwa kita adalah orang yang terpinggirkan dan tak diperhatikan.

Bohong, jika kita mengaku bebas, tetapi merasa kesepian saat ditinggalkan oleh teman-teman yang kebetulan melakukan ketidakberesan yang sama.

Bohong besar, jika kita mengaku bebas, tetapi ternyata mengalami ketergantungan.

Kaidah kehidupan : seorang budak akan merasakan kemerdekaan jika dia menerima keadaan dirinya, dan seseorang yang merdeka hakikatnya budak jika selalu terjerat dan takluk oleh keinginan-keinginan nafsunya.

Selalu menuruti keinginan nafsu, melayani keinginan syahwat, rakus, pada hakikatnya adalah bentuk dari perbudakan dan sama sekali bukan kebebasan.

Dan untuk lebih merenungi hal ini, coba pikirkan apa kebiasaan buruk yang selalu kita lakukan selama bertahun-tahun dan setelah itu kita bisa menghentikannya, bagaimana perasaan kita setelah berhasil menghentikan kebiasaan buruk itu? Bukankah perasaan lega dan bebas? Maka kebiasaan buruk yang ditumpangi nafsu dan syahwat sebenarnya adalah belenggu dan penjara bagi manusia dari kebebasannya.

Yang menakjubkan, setiap kebebasan kita dari belenggu nafsu semakin bertambah, maka semakin bertambah juga rasa kedekatan dan ibadah kita pada Allah. Sebaliknya saat kita masih tercebur dalam kebiasaan buruk, nurani kita selalu berbisik lirih bahwa kita jauh dari Allah.

Pertanyaannya sekarang, bagaimana cara kita membebaskan diri dari segala kebiasaan buruk (apapun kebiasaan itu). Pertanyaan berlatar belakang psikologi ini panjang jawabannya, tapi setidaknya ada beberapa titik inti yang perlu diperhatikan. Sebab sebenarnya berusaha menghentikan kebiasaan buruk adalah pertempuran besar dalam jiwa kita antara nurani dengan nafsu:

1. Kemauan kuat untuk berhenti dari kebiasaan itu.

2. Mengubah rutinitas sehari-hari, semisal membuat kegiatan baru, entah itu berlibur ke rumah famili, mengubah jadwal harian, dan lain-lain.

3. Menghindari sementara waktu lingkungan dan teman yang selama ini menjadi pendorong utama kebiasaan buruk kita, sebab tabiat teman itu mencuri. Sebagian besar perubahan negatif yang dialami remaja baik-baik adalah karena salah pergaulan.

4. Baca buku-buku motivasi dan pengembangan diri yang membantu untuk mengubah kebiasaan buruk itu.

5. Harus menemukan pengganti yang baik dari kebiasaan buruk itu. Semisal seseorang melakukan kebiasaan buruknya setiap jam-jam tertentu, nah ganti saat-saat itu semisal dengan menonton tv, membaca buku, olahraga, beli makan-makanan enak, dan lain-lain.

6. Minggu-minggu awal memang berat, namun jika telah melewati minggu ketiga dan keempat, Insya Allah kebiasaan buruk itu berubah. Sebuah roket membutuhkan daya dorong yang kuat untuk keluar dari gaya gravitasi bumi, begitu pula jiwa saat ingin melepaskan diri dari kebiasaan buruk yang mengekang kebebasan itu.

7. Doa, memohon bantuan pada Allah dengan sepenuh hati agar Membantu kita untuk melepaskan diri dari semua kebiasaan buruk itu.

Semoga kita bisa menikmati kehidupan yang indah ini dengan penuh kebebasan, sebuah kebebasan yang hakiki... amin
= Do Better Be The BEST =
[www.prihandoko.com]

9 Agt 2012

Pemuda Sejati

Copas dari milis lain
------------------------------
Suatu hari seorang pemuda hendak menuju makah untuk menunaikan ibadah umrah..dengan segala persiapan yang cukup dia berangkat dari kampungnya dengan mengendarai seekor unta milik pemuda tersebut. Setelah lamanya berjalan pemuda tersebut ingin beristirahat dibawah sebuah pohon yang rindang didekat sebuah kebun kurma. Karna kelelahan dalam perjalanan pemuda tersebut tertidur pulas. Dia tidak menyadari unta yang di bawanya terlepas dari ikatannya, dan unta tersebut pergi mencari makanan. Sampailah unta tersebut dalam kebun kurma dan memakan serta merusak isi kebun tersebut, di dalam kebun itu ada seorang kakek tua sang pemilik kebun tersebut, dia berusaha sekuat tenaganya untuk menghalau unta tersebut agar tidak merusak seluruh isi kebunnya. karena tidak sanggup menghalaunya maka sang kakek tua itu membunuh unta tersebut.
Setelah bangun dari tidurnya, sang pemuda tadi melihat untanya tidak ada dan mencarinya dan dia mendapati unta tersebut telah mati dengan leher menganga, pemuda itu  bertanya kepada kakek tua tsbt siapa yang membunuh untanya...sang kekek tua itu menjawab nya bahwa dialah yang membunuh unta tersebut karena unta itu teleh merusak separo dari kebunnya. Pemuda tadi marah dan memukul si kakek tua sehingga kakek tua meninggal dunia. Mengetahui kakek tua itu meninggal dunia, sang pemuda menyesal sekali, dan disaat itu datanglah dua orang anak si kakek tua itu dan meminta pertanggung jawabannya si pemuda tsbt.
Persoalan ini di bawa kepada Amirul Mukminin Umar Bin Khatab Ra, anak si kakek meminta pertanggung jawaban pemuda tadi karena telah membunuh ayahnya.
Umar Bin khatab berkata " Wahai pemuda, benar engkau yang membunuh kakek tua itu?"
Pemuda itu menjawab " Benar wahai amirul mukminin" pemuda tadi menceritakan mengapa dia sampai membunuh kekek tua itu.
Lalu umar berkata" Wahai pemuda, aku harus menjalankan hukum Allah yaitu Qishas terhadap dirimu"
Pemuda tadi siap untuk menjalankan hukuman tersebut, tetapi dia meminta di tangguhkan 2 hari untuk melunasi hutang-hutangnya di kampung halamannya.
Umar mengizinkan asalkan ada penjamin mu, kalau dirimu tidak datang dalam 2 hari maka penjamin mu lah yang akan menggantikan hukumanmu, lalu pemuda itu berkata " aku sendiarian di kota ini tidak ada sanak saudara jadi tidak ada yang bisa menjamin ku"
didalam majelis itu majulah sahabat Abu Dzar, lalu berkata" Wahai umar, biar kepala saya menjadi jaminannya" baiklah kata umar ra.
Setelah 2 hari berlalu, maka berkumpullah masyarakat untuk menyaksikan pelaksanaan hukum Qishas terhadap pemuda tersebut. dan kehadiran pemuda itu telah di tunggu-tunggu oleh Umar Ra dan masyrakat kota. karena kelau tidak datang maka sahabat Abu Dzar yang akan menggantikan hukumannya. Ditengah penantiann itu dari kejauhan terlihatlah sesorang yang tengah mamacu kudanya, ternyata sang pemuda itu datang memenuhi janjinya.
Umar bin khatab, lalu berdiri dan berkata " Wahai pemuda, mengapa engkau hadir pada hari ini, padahal engkau bisa terhindar dari hukuman Qishas yang akan menyebabkan kematianmu"
lalu sang pemuda itu berkata " Wahai Amirul Mukminin, mungkin saja saya bisa lari dari hukuman ini, tetapi saya tidak mau orang-orang mengatakan bahwa tidak adalagi Lelaki Sejati yang Kesatria dikalangan kaum muslimin yang mau bertanggung jawab atas perbuatannya"
Lalu Umar menoleh kearah Abu Dzar seraya berkata " Wahai Abu Dzar, mengapa engkau rela menjadi jaminan atas pemuda yang belum pernah engkau kenal sebelumnya?"
Kemudain Abu Dzar berkata" Wahai Amiriul Mukminin, saya tidak mau orang-orang mengatakan bahwa tidak ada lagi lelaki sejati dikalangan kaum muslimin yang mau menolong saudaranya seiman yang sedang dalam kesulitan dan kesusahan."
ketika hendak menjalankan hukum Qishas, kedua anak kakek tua yang terbunuh itu berdiri dan berkata" Wahai Amirul Mukminin, sekarang tibalah giliran kami, kami memaafkan kesalahan pemuda ini, karena kami tidak rela ada orang-orang yang mengatakan bahwa tidak ada lagi lelaki sejati dikalangan kaum muslimin yang mau memaafkan kesalahan saudaranya."
Sungguh sangat luar bisa kisah ini, sekarang masihkah ada Lelaki Sejati yang kesatria yang mau bertanggung jawab atas kesalahannya?
lalu masih ada kah lelaki Sejati yang mau berkorban untuk saudaranya disaat di terpa musibah dan cobaan?
Dan masih adakah lelaki sejati yang mau memaafkan kesalahan saudaranya?......

Mohon maaf, semoga bermanfaat
= Do Better Be The BEST =
[www.prihandoko.com]