26 Sep 2019

Tugas Sistem Terdistribusi 4ka11 dan 4ka20 tahun 2019

Dalam tugas kelompok ini anda diminta untuk mencari DUA perusahaan nasional atau multinasional, dan membandingkan bagaimana kedua perusahaan tersebut merancang dan mengimplementasikan sistem terdistribusi di perusahaannya.

Laporan yang harus anda siapkan berisi:
1. Profil kedua perusahaan (1-2 halaman)
2. Gambar desain arsitektur sistem terdistribusi dari dua perusahaan tsb (1-2 halaman)
3. Penjelasan dan perbandingan sistem kerja dari sistem terdistribusi di kedua perusahaan tersebut (2 halaman)
4. Fungsi-fungsi yang dijalankan oleh sistem terdistribusi (2 halaman)
5. Keunggulan dan kelebihan dari kedua sistem yang sudah diimplementasikan dibandingkan sistem yang ada sebelumnya (1 halaman)
Keterangan:
1. Satu kelompok terdiri atas 2-3 orang
2. Anda harus menuliskan nama kedua perusahaan yang anda pilih ke dalam komentar dari status ini.
3. Setiap kelompok harus mengajukan nama perusahaan yang berbeda, tidak boleh ada yg sama.
4. Tugas anda wajib dipresentasikan dan dikumpulkan makalahnya pada minggu ke 8 (pertengahan nopember).

Tugas mata kuliah Sistem Berbasis Pengetahuan 3ka07, 3ka08, 3ka20, tahun 2019

Dalam tugas kelompok ini anda diminta untuk membangun sebuah sistem pakar dengan menggunakan bahasa pemrograman Prolog/CLIPS. 

Selain program, anda harus melengkapi dalam bentuk makalah berisi:
1. Nama sistem pakar yang anda buat
2. Fungsi sistem pakar yg anda buat
3. Fitur dan kelebihan sistem pakar yang anda buat
4. Alur kerja / algoritma sistem pakar yang anda buat
5. Ujicoba sistem yang anda buat untuk 10 kasus berbeda

Keterangan:
1. Satu kelompok terdiri atas 2-3 orang
2. Anda harus menuliskan nama sistem pakar yang anda tentukan ke dalam komentar dari status ini.
3. Setiap kelompok harus mengajukan nama sistem pakar yang berbeda, tidak boleh ada yg sama.
4. Tugas anda wajib dipresentasikan dan dikumpulkan makalahnya pada minggu ke 8 (pertengahan nopember).

20 Sep 2019

BERPIKIR VS MENGHAFAL

*BERPIKIR VS MENGHAFAL*

Pada Selasa dua tahun yang lalu ada temanku, seorang guru, bertanya padaku :
“Na... kamu kan mendalami ilmu psikologi, critical thinking dan edukasi, kira-kira gimana cara menyiapkan generasi mendatang?”

Aku bertanya balik :
“Lha apa yang diperlukan oleh anak-anak di masa depan?”
“Menghafal ilmu pengetahuan? Buat apa menghafal? Google sudah ada, Wikipedia juga. Search engine lain juga bermunculan. Kalau mau tahu sesuatu, tinggal comot buku atau tinggal click internet. Ya kan?”

“Iya, apalagi ilmu pengetahuan juga terus berkembang. Banyak temuan baru, sehingga ilmu lama jadi obsolate sudah nggak berlaku lagi”, jawabnya.

“Nah itulah, kan?”

“Jadi bagaimana, masa anak-anak nggak perlu sekolah karena semua informasi dan ilmu sudah ada di internet?” dia menggaruk-garuk kepalanya.

Aku ketawa. Ingat nasibku sendiri.
“Ku kasih tahu ya, aku ini sebenernya kewalahan lho dengan arus informasi seperti sekarang. Rasanya seperti kena banjir bandang.”

“Kenapa seperti kena banjir bandang?”

“Bayangkan saja, setiap hari kita dikepung dengan berita. Aku harus TERUS-TERUSAN menganalisa data dan informasi. Lalu memilah-milahnya : mana yang benar dan mana yang hoax. Belum lagi mencermati mana tulisan yang satir. Beberapa kali aku upload berita dan foto hoax. Padahal sudah kupilih sumbernya. Masih saja kecolongan.”

“Lalu?”

“Ya artinya, masalah generasi mendatang bukanlah KEKURANGAN ILMU, tapi apakah MAMPU BERPIKIR untuk mengolah atau memproses semua informasi yang ada..”

Lalu aku meneruskan,
“Artinya, sekolah-sekolah harus MEROMBAK KURIKULUMNYA. Harus mulai mengajarkan THINKING SKILL ke anak didik untuk memproses banyaknya info dan pengetahuan tersebut.”

Aku lalu bercerita...

Beberapa tahun lalu, seorang ahli pendidikan dari Cambridge datang ke sekolah anakku. Bikin seminar singkat buat para orangtua murid.

Dia cuma mengajukan 3 pertanyaan yang bikin kami mikir jungkir-balik ketika itu :

1. Sambil mengacungkan HPnya ke atas, dia tanya, "Dua puluh tahun lalu adakah yang bisa membayangkan bahwa telepon akan seperti sekarang ini? Bisa memotret, mencatat resep, berkirim surat dan dokumen, berkirim foto? Bisa menampilkan peta dan rute jalanan, bahkan bisa merekam kegiatan fisik Anda sudah berjalan kaki sejauh berapa kilometer dan sudah membakar berapa kalori? Sebuah telepon yang bisa dipakai membuat presentasi dan mengirimkannya ke benua lain?"

Saat itu ruang auditorium bergemuruh dengan suara-suara orangtua saling diskusi.

Dulu telpon cuma bisa buat bicara saja ya? Dan bisa SMSan saja sudah berasa canggih..

Lalu profesor dari Cambridge itu bertanya lagi :

2. “Sekarang, bisakah kita membayangkan, alat ini akan bisa apa saja dalam 10 th atau 20th ke depan?”

Ruang auditorium jadi senyap...
Entah apa yang ada di kepala para orangtua tsb, tapi aku berpikir jangan-jangan, 20 tahun lagi alat telpon sudah bisa jadi moda transport ke dimensi lain.

Sang profesor bertanya lagi :
 “Jika kita bahkan tidak bisa membayangkan 25 th lagi kemajuan akan seperti apa... lalu bagaimana kita sebagai orangtua dan guru, bisa memberikan BEKAL? Bekal yang mana yang harus diberikan?”

Aku merasa seperti ulu hatiku ditonjok dengan keras.

Benar sekali..
Membayangkan masa depan saja, kita tidak mampu, bagaimana bisa memberi bekal ke anak-anak untuk menghadapi masa depan?

Tiba tiba guru itu, berseru,
“ROMBAK ULANG SEMUA MATA PELAJARAN..”

Betul. Sejak itu, sekolah anakku merombak sistem belajarnya:
70% waktu dipakai untuk belajar berpikir.
30%nya untuk mendalami materi.

Sebuah mata pelajaran baru diciptakan, namanya :

1. INQUIRY LEARNING
Di pelajaran ini, anak-anak diajarkan :

—> CARA BERTANYA. Kenapa? Karena, dengan skill bertanya yang baik, seseorang akan mendapatkan banyak jawaban.
Ingat Najwa Shihab? Dia tidak akan banyak mendapatkan informasi kalau nggak pintar bertanya.

—> MENCARI JAWABAN SECARA MANDIRI. Berapa banyak orang yang punya gadget? Hampir semua orang punya. Mulai dari anak SD, ibu rumah tangga, tukang jual bakso, sampai direktur. Tapi berapa banyak yang mampu mencari jawaban lewat internet lalu memilah-milah mana informasi yang valid dan yang hoax?

—> THINKING SKILLS (kemampuan berpikir kritis dan konstruktif)

2.Pelajaran Matematika juga dirombak. Memakai metode baru dimana rumus tidak lagi harus baku, tapi guru memberikan kebebasan bagi murid untuk mencari jawaban dengan aneka cara, proses, dan jalan. Bahkan, guru matematika melarangku memasukkan anakku ke les matematika yang bersifat drilling. Kenapa..? Karena yang dituju saat ini adalah : terbangunnya LOGIKA MATEMATIKA pada anak didik. Bukan cepet-cepetan memberikan jawaban, hasil dari drilling. Well, akhirnya terbukti sih. Anakku pernah jadi juara dua lomba matematika seAsia Tenggara, padahal gak pernah ikut les apa-apa.

Lalu anak didik mulai diajak melakukan :

3. Experimental Science.

4. Riset dan presentasi.

5. Membaca 1 buku setiap hari.

Di sekolah anakku, kewajiban membaca ini 'dipaksakan' dari kelas 1 SD sampai kelas 4 SD. Tiap hari harus mengisi reading log/daftar bacaan yg sudah selesai dibaca, dan ortu harus ikut baca dan kasih tanda tangan.

Anak harus ditanya :
- apa yg kamu tangkap dari bacaan ini?

Besoknya anak disuruh cerita di depan kelas, tentang isi bacaannya.
Guru-guru dituntut untuk menyemaikan  thinking skills, salah satunya dengan cara membiasakan diskusi 2 arah untuk membangun keterampilan berpikir.

Topik geografi dan sejarah, tetap diajarkan, tapi HANYA SEBAGAI MATERI BAHASAN (alias dipakai sebagai bahan diskusi) untuk mengembangkan KETERAMPILAN BERPIKIR yang tertuang di nomor 1, 3, dan 4 di atas.

Topik politik, agama, dinamika sosial juga dipakai (dengan cacatan : bukan sebagai bahan hafalan, tetapi latihan berpikir kritis dan mengembangkan nurani).

Praktik ini berlaku untuk SD & SMP.
Thinking skills harus digarap dengan sangat fokus di masa-masa ini.

Setelah ‘processor’ di kepalanya jadi, anak-anak akan siap memproses apa saja. Memikirkan dan merenungkan apa saja.

Mereka akan siap menghadapi zaman, yang kita (para guru dan ortu) tidak mampu membayangkan....

Dulu, tahun 1970an, kakekku pernah berpesan :
“Banyaklah belajar, jadilah GUDANG ilmu.”

Tapi, di tahun 2019 ini aku akan berpesan ke generasi muda:
“Banyaklah berpikir, jadilah PABRIK ilmu. Menciptakan ilmu dan temuan baru. Bukan cuma jadi gudang penyimpan ilmu. Urusan itu biar dilakukan oleh Google....”

16 Jul 2019

Nilai MK Deep Learning Kelas 4IA09

NPM Nilai
53415973 83
57415116 83
57415609 88
51415779 75
52415431 75
53415886 75
50415289 0
50415600 80
53415653 75
51415966 78
56415834 75
57415394 80
54415494 75
50415142 75
50415748 75
54415759 75
50415507 75
53415685 75
54415407 75
52415328 83
52415806 83
56415130 83
55415642 88
54415772 88
51415407 88
51415272 78
52415420 78
55415988 75

Nilai MK Deep Learning Kelas 4IA05

NPM Nilai 
55415335                88
56415751                73
55415553                73
52415391                78
50415340                80
53415107                70
57415437                83
50415750                78
55415821                75
54415703                83
54415017                80
55415891                78
50415282                70
52415645                80
55415114                68
50415271                80
50415335                68
55415604                75
50415027                75
52415878                75
56415932                83
52415553                88
54415962                80
50415260                73
54415749 80
54415875 83
55415635 80
53415861 80
52415410 70
50415319 58
57415177 50
5B416926 50

Nilai MK Deep Learning Kelas 4IA02

-->
NPM Nilai 
54415687 75
54415617 75
55415471 83
51415614 75
53415410 38
57415265 80
55415045 85
52415235 80
51415064 80
55415384 80
50415987 75
52415430 85
54415725 80
52415247 80
52415098 80
50415817 83
54415889 83
57415267 83
50415831 75
51415882 75
53415337 75
57415827 73
54415008 80

Nilai MK Pengantar Bisnis TI Kelas 4KA22

NPM Nilai UTS+Tugas
10115355                    79
10115495                    59
10115545                    81
14115379                    81
14115076                    88
16115176                    85
10115965                    80
15115864                    75
13115598                    40
14115226                    43
17115823                    58
14115618                    70
14115771                    78
14114947                    78
14115272                    76
12115279                    74
12115808                    76
14115548                    35
10114515                       8
15114875                    35
15115304                       3
14115852                    38
15115211                    43
17114175                       3
15112668                    10
16115730                    38