30 Jun 2016

Nilai MK Pemrograman 4G Kelas 3KA08


1 10113060 0
2 10113092 46
3 10113136 84
4 10113346 0
5 10113373 62
6 10126139 47
7 11113233 46
8 11113258 76
9 11113285 39
10 11113526 52
11 11113681 0
12 11113868 72
13 11113899 86
14 12113472 60
15 12113510 0
16 12113632 70
17 13113113 80
18 13113151 0
19 13113176 0
20 13113181 71
21 13113419 53
22 13113574 73
23 13113846 0
24 14113281 89
25 14113548 66
26 14113753 0
27 14113810 4
28 14113893 56
29 14113961 92
30 15113934 97
31 16113088 0
32 16113269 100
33 16113663 48
34 17113361 39
35 17113541 77
36 17113677 90
37 17113918 77
38 17113940 39
39 11113711 82
40 18113163 100
41 18113748 100
42 19113739 0
43 19113046 0
44 19113196 77
45 19113481 99
46 19113486 56
47 19113498 92
48 19113634 98
49 18114823 0

2 Apr 2016

Roti Panggang Gosong

"Roti Panggang Gosong"

   "Ketika saya masih kecil, Ibu suka membuat sarapan dan makan malam. Suatu malam, setelah ibu bekerja keras sepanjang hari, ibu menghidangkan sebuah piring berisi telur, saus dan roti panggang yang gosong di depan meja ayah.     
Saat itu saya menunggu apa reaksi dari orang-orang di situ....Akan tetapi, yang dilakukan ayah adalah mengambil roti panggang itu, tersenyum pada ibu, dan menanyakan kegiatan saya di sekolah.

Saya tidak ingat apa yang dikatakan ayah malam itu, tetapi saya melihatnya mengoleskan mentega dan selai pada roti panggang itu dan menikmati setiap gigitannya!

   Ketika saya beranjak dari meja makan malam itu, saya mendengar ibu meminta maaf pada ayah karena roti panggang yang gosong itu. Dan satu hal yang tidak pernah saya lupakan adalah apa yang ayah katakan.."Sayang, jangan khawatir...aku suka roti panggang yang gosong."

   Sebelum tidur, saya pergi untuk memberikan ucapan selamat tidur pada ayah. Saya bertanya apakah ayah benar-benar menyukai roti panggang gosong. Ayah memeluk saya erat dengan kedua lengannya yang kekar dan berkata, "nak, ibumu sudah bekerja keras sepanjang hari ini dan dia benar-benar lelah. Jadi sepotong roti panggang yang gosong tidak akan menyakiti siapa pun!" 
Tahu kah kamu apa yang menyakiti hati seseorang?..."kata kata kasar..."

Lalu ayah melanjutkan, "kamu tahu, hidup itu penuh dengan hal-hal dan orang-orang yang tidak sempurna. Ayah juga bukan orang yang terbaik dalam segala hal, kadang lupa ulang tahun ibumu, ulang tahun pernikahan, dan lain-lain sama seperti orang lainnya. Yang ayah pelajari adalah menerima kesalahan orang lain dan memilih untuk merayakan perbedaan. Ini adalah kunci terpenting untuk mewujudkan hubungan yang sehat dan harmonis.

Hidup itu terlalu pendek untuk diisi dengan penyesalan dan kebencian...

Cintai mereka yang memperlakukanmu dengan baik dan sayangi yang lainnya.."

Enjoy life now.

🌞Yang indah hanya sεmεntara
🌞Yang abadi adalah kεnangan
🌞Yang ikhlas hanya dari hati
🌞Yang tulus hanya dari sanubari
🌞Tidak mudah mεncari yang hilang
🌞Tidak mudah mεngεjar impian
🌞Namun yang lεbih susah mεmpεrtahankan yang sudah ada
Karεna walaupun tεrgεnggam bisa tεrlεpas juga
🌞Ingatlah pada pεpatah,
"Jika kamu tidak mεmiliki apa yang kamu sukai, maka sukailah apa yang kamu miliki saat ini"
🌞Bεlajar mεnεrima apa adanya dan bεrpikir positif....
🌞Rumah mεwah bagai istana, harta bεnda yang tak tεrhitung, kεdudukan, dan jabatan yang luar biasa, namun...
Kεtika nafas tεrakhir tiba, sεbatang jarum pun tak bisa dibawa pεrgi,
Sεhεlai bεnang pun tak bisa dimiliki
Apalagi yang mau
dipεrεbutkan !!!
Apalagi yang mau disombongkan !!!

🌞Maka jalanilah hidup ini dεngan kεinsafan nurani
🌞Jangan tεrlalu pεrhitungan
🌞Jangan hanya mau mεnang sεndiri
🌞Jangan suka sakiti sεsama
🌞Bεlajarlah, tiada hari tanpa kasih
🌞Sεlalu bεrlapang dada dan mengalah
🌞Lepaskan beban, hidup dengan cεria,
🌞Tak ada yang tak bisa diikhlaskan....
🌞Tak ada sakit hati yang tak bisa dimaafkan...
🌞Tak ada dεndam yang tak bisa tεrhapus..
🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿

Belajar Bisnis dari Kisah Siti Hajar

Belajar Bisnis dari Kisah Siti Hajar

CEO words
Jumat, 1 April 2016

Atas tuntunan ilahi, Nabi Ibrahim menempatkan Siti Hajar dan Ismail kecil di lembah tak bertuan. Sebuah tempat yang gersang, tempat dimana Allah menetapkan "rumahNya" tersejak zaman Adam 'alaihissalam.

Dalam keridhoan ketetapan Suami yang tertuntun langit, Siti Hajar harus melalui episode yang menegangkan dalam hidupnya. Sebuah episode kehidupan yang diabadikan Allah dalam peribadatan sa'i saat umroh. Sebuah episode kehidupan yang menjadi titik awal lahirnya sebuah peradaban di lembah gersang.

Ismail kecil menangis keras kehausan ditengah gersang. Sebagaimana seorang Ibu, hati Siti Hajar kalut dibuatnya. Matanya mencari-cari disekitaran gurun, namun tak ada tanda-tanda adanya air sedikit pun.

Di kejauhan terlihat adanya air, berlarilah Siti Hajar ke tempat tersebut. Shaffa, itulah bukit yang Ia daki. Sesampainya di bukit tersebut, tak sedikit pun air ditemukan, dirinya berdoa dan memohon kelada Allah, lalu kemudian menebar pandangan kesegala arah.

Terlihat air dari kejauahan. Siti Hajar pun berlari ke bukit yang lain. Marwah, itulah nama bukit tersebut. Sesampainya di Marwah, Siti Hajar tidak juga mendapatkan apa yang beliau cari.

Siti hajar kembali berfikir, mungkin di bukit yang tadi, ia tidak teliti, kembalilah ia kembali ke bukit shaffa. Lalu ke marwah, lalu kembali lagi ke shaffa, lalu ke marwah, lalu ke shaffa dan ke marwah untuk terakhir kali.

Sesampainya di Bukit marwah tuk kesekian kalinya, terdengarlah gemiricik air dari dekat tubuh Ismail 'alaihissalam. Hadirlah mata air Zam Zam, yang tidak hanya menghapus dahaga Ismail kecil, namun juga dinikmati oleh generasi berikutnya sepanjang lintas peradaban. Hingga saat ini, mata air tersebut deras mengalir. Seakan menyediakan pasokan bagi para peziarah. Tak ada habis-habisnya. Tak ada kering-keringnya.

Episode kehidupan ini diabadikan oleh Allah dalam tuntunan ibadah Umroh. Setelah melaksanakan Thawaf, jamaah Umroh diwajibkan untuk melakukan Sa'i, dan diakhiri dengan tahalul.

*****

Ada beberapa pelajaran bisnis yang dapat kita petik dari kisah Siti Hajar. Kita dapat belajar bagaimana seharusnya kita berikhtiar menghadapi masalah. Siti Hajar telah melalui hal yang sangat membuat kalut dirinya dan akhirnya solusi hadir bukan hanya untuk Ismail, namun juga untuk generasi setelahnya.

Sama seperti bisnis, terkadang kita kalut ketika "bisnis kita menjerit menangis". Terkadang kita harus berlari-lari mencari cashflow. Terkadang kita melihat kegersangan market yang tak berujung. Mirip situasinya dengan apa yang dialami Siti Hajar. Maka tidak ada salahnya ketika kita mencoba mengambil hikmah dari peristiwa tersebut.

Berikut beberapa pelajaran yang dapat kita ambil,

1. Sangka baik atas ketetapan Allah.

Sebelum kita memaknai usaha dari Siti Hajar, kita harus menyelami terlebih dahulu ruang hati beliau saat ditempatkan di lembah gersang. Beliau yakin, ini adalah ketetapan yang baik. Jika memang ini adalah ketetapan Allah, pasti baik. Walau secara kasat mata, beliau seakan ditinggalkan di lembah gersang tak bertuan.

Titik tolak sangka baik ini adalah energi dalam usaha Siti Hajar. Siti Hajar tidak marah kepada Ibrahim suaminya. Siti Hajar juga tidak kecewa dengan putusan Allah, mengapa Ia harus ditempatkan di lembah gersang. Fikiran dan hatinya tetap positif ke Allah. Allah pasti punya maksud dan pasti ada kebaikan pada keputusan ini.

Hari ini, mungkin sebagian Anda sedang mengalami kegersangan bisnis. Mungkin bisnis Anda sedang menjerit. Mungkin juga sebagian dari Anda sedang mengalami keterdesakan disana sini. Sebelum bergerak berusaha, alangkah baiknya kita cek hati kita, apakah ada marah di hati kita? Apakah hati kita sudah ridho atas apa yang terjadi hari ini? Apakah ada sangka baik di hati kita?

Banyak diantara kita yang berusaha dalam kemarahan, "seharusnya aku gak harus begini, kalo aku gak ketemu dia!". Atau "aku kesel banget, gak perlu jadi begini kalo dia nurut sama aku!". Atau "kok Allah tega banget ya, aku diginiin, apa salahku coba".

Sangkal hati seperti diatas hanya akan membuat
kita berputar-putar dalam labirin masalah. Sudah jatuh, tertimpa tangga, tertusuk paku. Sudah bermasalah, lalu kita marah kepada Allah. Repot.

Sahabatku, dengan penuh rasa empati, Saya tahu Anda kesal dan marah, tapi atas rasa sayang Saya kepada Anda, belajarlah dari Siti Hajar. Terimalah yang sudah terjadi, tatap masa depan, maafkan diri dan pihak-pihak terkait, lalu bergeraklah dengan lepas dan penuh energi positif di hati. InsyaAllah Anda akan menemukan Zam Zam Anda.

2. Berdoa, kemudian bergerak menunjukkan keyakinan.

Yang menarik dalam ibadah umroh, prosesi thawaf haruslah dalam keadaan wudhu, sedangkan tidak dengan proses Sa'i. Kode fiqh ini seakan menekankan aura "ikhtiar" didalam proses berlarinya Siti Hajar.

Apakah Siti Hajar tidak berdoa saat Ismail kecil kehausan? Ya pasti, dan rekam sejarah menunjukkan hal itu. Namun, apakah Siti Hajar berhenti di titik berdoa? Tidak sama sekali.

Siti hajar berlari 7x track shaffa - marwah dan sebaliknya. Tidak satu atau dua. Namun 7x. Sebuah simbol ikhtiar yang tidak main-main. Menandakan usaha maksimal tanpa henti.

Sama seperti kisah Nabi Musa yang pernah Saya sampaikan, jika keimanan dan amal hati saja cukup untuk menyelesaikan masalah, cukuplah keyakinan Musa bahwa Allah tidak meninggalkannya, harusnya lautan terbelah saat itu juga. Namun Allah memerintahkannya untuk memukul tongkat. Allah ingin melihat amal kita, Aksi kita, perbuatan kita.

Demikian pula dengan Siti Hajar, beliau menunjukkan keseriusannya dalam membuktikan iman, bahwa pasti ada jalan keluar, makadari itulah ia berlari.

Sahabat, aksikan yakinmu, aksikan doamu, aksikan rencana baikmu. Sekuat kamu bisa berlari, sebanyak apapun yang bisa kamu perbuat.

3. Tidak berhenti walau hasil tak terasa.

Pada awal-awal usaha pencariannya, Siti Hajar masih melibatkan fikiran logisnya, "mungkin Saya tidak teliti, Saya akan kembali lagi, siapa tahu ada air disana".

Namun setelah usaha ke 4, ke 5 dan seterusnya, beberapa redaksi yang Saya baca (silakan didiskusikan jika berbeda pendapat), Siti Hajar hanya berlari, Ia hanya terus berlari, karena itulah yang ia bisa lakukan. Dari bukit satu, ke bukit yang lain, ia tidak lagi memikirkan, apakah ada atau tidak, ia hanya ingin bergerak mencarikan air untuk Ismail, ia hanya ingin menunjukkan kepada Allah bahwa ia terus bergerak. Ia tidak diam.

Sahabat, bisa jadi ada diantara kita yang pada hari ini sedang sangat kesulitan. Bisa jadi ada diantara kita yang sangat kebingungan. Usaha menawarkan produk hanya berujung gagal dan gagal. Seperti putaran proses yang tidak ada ujungnya. Dan sebagian diantara kita memutuskan untuk berhenti, sebelum keluarnya mata air "zam zam" yang kita cari.

Sahabat, Kolonel Sandres penemu bumbu KFC, harus menawarkan bumbunya ke 1000 lebih rumah, dan barulah diterima ke rumah yang ke-seribu sekian. Thomas Alfa Edison harus melakukan ribuan kali percobaan untuk menemukan lampu. Dan banyak lagi kisah konsisten diluar sana.

Sahabat, tidak ada hasil bukan berarti tidak ada progress. Seperti pohon bambu, dalam 3 tahun pertama, tidak ada pertumbuhan yang terlihat, tapi akarnya sedang bertumbuh kebawah, menghujam, menjadi pondasi. Setelah akar kokoh, barulah bambu tersebut melesat tumbuh.

Sama seperti kita hari ini, bisa jadi yang kita lakukan seperti jalan ditempat, tetapi disanalah Allah didik otot sabar kita, Allah didik otot syukur kita, Allah didik otot kerja kita. Sehingga Allah pantaskan kita untuk besar. Allah beri pondasi. Allah kader langsung. Ini yang jarang kita sadari.

Kembali ke poin bahasan, yuk terus jualan, ndak papa gak ada yang beli, bukan berarti gak ada hasil, ini proses agar Anda makin kuat. Jangan berhenti. Jangan melemah. Jangan pundung, mutung, merajuk.

4. Solusi yang hadir bisa saja tak berhubungan dengan ikhtiar.

Sahabat, tengok Siti Hajar, area pencarian airnya ada diantara shaffa dan marwah, tetapi air zam zam nya muncul di kaki Ismail didekat baitullah. Ya Rabb, tidakkah kita melihat kebesaran Allah.

Urusan kita itu bergerak, ndak usah pusing nanti "zam-zam" nya keluar dari mana. Jika ada jalan bergerak, jika ada j
alan berikhtiar, bergerak saja. Sekiranya Allah sudah menilai kita bergerak maksimal, Allah sanggup keluarkan Zam Zam kehidupan kita, dari titik yang kita tidak sangka.

Banyak sebenarnya kita dengar cerita, sahabat kita menjual donat, bertemu dengan pelanggan yang menjual mobil, dan akhirnya mobilnya gak sengaja terjual di tangan penjual donat tersebut. Bayangkan teman, jual donat dan jual mobil itu jauh banget. Namun jika Allah berkehendak, jadi! Allah hanya butuh keseriusan Anda tuk terus berlari.

Maka, kalo memang pusing, bingung mikir jalan ikhtiar, ya bergerak saja. Ada kesempatan jadi relawan, yuk gabung. Ada kesempatan bantu teman jualan gorengan, ya sudah bantu. Ada diajak teman nemenin dia lihat peternakan, hayuk bergerak. Kita ini tidak pernah tahu dimanakah Zam Zam kita berada.

5. Yakinlah, ketika kesulitan itu teratasi, akan banyak orang yang kan mendapat manfaat.

Yang terakhir, agar kita termotivasi, marilah ingat dan yakini, bahwa Zam Zam yang akan memancar nanti di kehidupan kita itu, bukan hanya untuk menyelesaikan masalah kita saja, pasti ada manfaatnya bagi orang lain.

Ada sahabat Saya hutangnya 7,7M, sekarang hampir lunas, mungkin hari ini sisa 1M. Karena usahanya yang gak berhenti-berhenti, akhirnya usaha produk digitalnya maju. Banyak affiliate yang dapat berkah. Karyawannya belasan. Mitra sinerginya banyak banget. Hampir semua orang yang bermitra dengan beliau dapat kecipratan zam zam nya. Alhamdulillah.

Jadi sahabatku, larimu hari ini bukanlah untuk dirimu saja. Sa'imu bukan hanya untuk dirimu saja. Tapi bisa jadi, sa'i mu hari ini bisa jadi sebab lahirnya bisnis yang bermanfaat dari generasi ke generasi. Jadi janganlah berhenti, besarkan jiwamu, tinggikan harapanmu. Peradaban sedang menunggu melesatnya bisnismu.

Dalam Buku Dua Kodi Kartika yang Saya tulis. Bunda Tika pemilik KeKe Busana memulai bisnis ini dari 40 potong baju anak. Dia bergerak atas dorongan ingin memberikan pendidikan terbaik untuk anaknya. Pergi subuh untuk bekerja di kantor, pulang kantor harus ke konveksi, bawa kain, menawarkan ke rumah-rumah sisa ekspor. Sampai rumah jam 2 pagi. Bangun lagi subuh. Tidur hanya 1 jam sekian.

Sa'i nya Bunda Tika dahulu, menjadi mashlahat bagi banyak orang di hari ini. 20 distributor seluruh Indonesia. 600 agen, ribuan reseller, semua berjualan KeKe dan dapat berkah dari produk ini. Mellow Saya nulis ini, akhirnya mashlahatnya pun sampai ke Saya, bahkan sampai ke teman-teman.

Salah satu sebab hadirnya Zid Club ini adalah keberkahan KeKe Group. Saya dididik disini, dibesarkan disini, sehingga bisa berbagi ke teman-teman. Hufftt... jadi mellow.

*****

Sahabat, panjang ya tulisan ini, maaf panjang, karena Saya juga sedang Sa'i, usia-usia produktif seperti Saya dan sebagian Anda adalah usia Sa'i. Memang itulah tahapannya. sama dengan teman-teman semua..

Semoga Sa'i kita adalah Sa'i yang tulus ridho. Semoga ikhtiar kita ini dihitung Allah kebaikan. Semoga mata air zam zam kita sebentar lagi memancar. Aamiien. Ya Mujibassailin.

Rendy Saputra
CEO KeKe Group

10 Mar 2016

Tugas Kelompok MK Pemrograman Generasi Keempat Kelas 3KA08,09,24,25

Tugas Kelompok MK Pemrograman Generasi Keempat, Kelas 3KA08, 3KA09, 3KA24, 3KA25.

Anda diminta untuk membuat aplikasi sederhana dengan menggunakan Libre Base dari Libre Office. Aplikasi itu akan menampilkan laporan berbagai bencana alam yang terjadi di berbagai daerah di Indonesia. Data berasal dari media online. Anda bisa menggunakan google untuk mencari dan menghimpun data yang dibutuhkan. 

Tugas anda adalah:

1. Menghimpun data bencana alam dari berbagai media online dan menyimpannya dalam bentuk tabel excel. Data yang dikumpulkan mulai dari data tanggal 1 Januari 2006 sd 31 Desember 2015. Data yang dihimpun terdiri dari:
a. Kode kota / kabupaten
b. Nama kota / kabupaten
c. Kode provinsi
d. Nama provinsi
e. Kode jenis bencana (01, 02, 03, 04, dst)
f. Jenis bencana (01 banjir, 02 gempa bumi, 03 tanah longsor, 04 gunung meletus, 05 kebakaran hutan, 06 tsunami)
g. Tanggal bencana
h. Jumlah kejadian bencana
i.  Jumlah korban meninggal
i. Jumlah pengungsi
k. Jumlah korban hilang
l. Jumlah korban terluka
m. Jumlah kerugian
n Kode penyebab bencana (01, 02, 03, 04, dst)
o. Penyebab bencana (01 hujan terus menerus, 02 sumbatan saluran air, 03 tumpukan sampah, 04 gerakan palung bumi, 05 kontur kemiringan tanah, 06 kekeringan, 07 ulah manusia, 08 gejala alam) [catt: penyebab bencana bisa lebih dari satu, dan boleh ditambahkan yang lain jika ada]


2. Membuat aplikasi sederhana di Libre Base untuk menampilkan data yang berhasil anda dapatkan, dan membuat Report dg menggunakan tools yg ada untuk menampilkan data bencana alam berdasarkan daerah atau berdasarkan jenis bencana.

Setiap kelompok menentukan sendiri daerah yang akan dijadikan target pengumpulan data, dan tidak boleh sama dengan kelompok lainnya.

Setiap kelompok harap membuat nama kelompok berupa singkatan dari anggotanya, dan menentukan daerah yang akan dihimpun datanya. Contoh : 
1. Kelompok: Unyil, Kota : Cianjur

2. Kelompok: Upin, Kota : Banjar

Tugas kelompok wajib dipresentasikan pada 1 pekan sebelum UTS, sekitar pertengahan April 2016. Silakan kelompok menuliskan nama kota/kabupaten yang akan dijadikan target pendataan melalui komentar di bawah ini.

Terima kasih.

Prihandoko

7 Mar 2016

Muhammad Al Fatih, Pemuda Penakluk Konstantinopel

Kalau saja Mahmed II hidup kembali dan melihat kondisi pemuda saat ini, mungkin ia sudah geleng-geleng kepala tak habis pikir.

Ah, betapa kualitas kita dan dirinya terbentang amat jauh!

Di saat kebanyakan pemuda berumur 21 tahun sudah angkat dagu, bangga bisa taklukkan hati wanita, Muhammad Al-Fatih sudah mampu taklukkan Konstantinopel!

Di saat para pemuda bersenang-senang habiskan umur 8 tahunnya dengan menghafal lagu-lagu orang dewasa, Muhammad Al-Fatih sudah hafalkan seluruh ayat Al-Quran dalam kepalanya.

Di saat para pemuda masih bingung dengan mimpinya, tidak tahu akan jadi apa, "let it flow" katanya, Muhammad Al-Fatih sudah bertekad dengan lantang sejak kecil, "Ayah, aku ingin menaklukkan konstantinopel!"

Di saat para pemuda begitu mudah mengeluh, merasa punya segudang masalah dan tekanan hidup, lalu menganggap hidupnya akan berakhir sia sia, Muhammad Al-Fatih sudah dibebankan amanah yang begitu besar bahkan sejak ia lahir ke dunia.

Ia menjadi tumpuan harapan tiga generasi akan takluknya konstantinopel, janji yang diucapkan Rasulullah ratusan tahun silam. Ia menjadi harapan dari 6 abad perjuangan para pendahulu.

Bayangkan! harapan 600 tahun perjuangan para pendahulu dibebankan pada pundaknya! Ah, tapi sedikitpun ia tak gentar, tak mundur barang sejengkal!

Di saat para pemuda habiskan waktunya untuk bersenang-senang, maraton film, nongkrong berjam-jam, Muhammad Al-Fatih memilih tingkatkan kemampuan fisik dan mengisi otaknya. Ia kuasai teknik bela diri, memanah, berkuda, berenang, strategi berperang, Ilmu fiqh, hadis, Astronomi, dan matematika. Ia juga menguasai banyak bahasa; Arab, Turki, Persia, Ibrani, Latin, dan Yunani.

Di saat para pemuda dengan mudah hancur mentalnya ketika direndahkan atau dihina orang lain, Muhammad Al-Fatih punya hati seluas samudera, mental sekuat baja. Tak terhitung berapa banyak orang yang merendahkannya saat ia diangkat menjadi Raja pada umur 19 tahun, "Bocah ingusan!" katanya. Dari musuh hingga orang kerajaan sekalipun meremehkan kemampuannya. Tapi ia lebih memilih memberi bukti nyata.

Di saat para pemuda habiskan air matanya untuk kekasih hati yang tidak jelas, Muhammad Al-Fatih memilih habiskan air matanya untuk memohon ampunan dan panjatkan harapan. Sejak baligh, tak pernah satu malam pun ia lewatkan salat Tahajud.  Ialah Pedang Malam, yang selalu diasah dengan tulus ikhlas.

Di saat para pemuda lupa dan meninggalkan Tuhan, "nanti saja kalau sudah tua" fikirnya, Muhammad Al-Fatih tak sekalipun pernah meninggalkan Allah dalam tiap urusannya. Ia miliki 250ribu pasukan yang tak sekalipun pernah meninggalkan salat wajib. Ia laksanakan salat Jumat sebelum menyerang Konstantinopel. Salat terpanjang dalam sejarah, 4 km membentang dari Pantai Marmara hingga Selat Golden Horn di utara! lalu gema takbir bersahutan, menggetarkan, menjadi semangat saat menggempur lawan!

Di saat para pemuda kehabisan cara dan ide-ide cemerlang untuk meraih mimpinya,  Muhammad Al-Fatih tak kehabisan cara, bahkan yang menurut orang lain gila.

Yang ia hadapi ialah Benteng Byzantium! Dibatasi laut dengan pagar rantai besi, terbuat dengan teknologi terhebat pada zamannya, tak mampu ditembus selama 11 abad.

Kokohnya Benteng Byzantium tak membuat Ia kehilangan akal. Tak bisa menyebrangkan 70 kapal lewat laut, ia lumurkan minyak pada ratusan gelondongan kayu, lalu jalankan seluruh armada kapal melintasi bukit hanya dalam satu malam!

Hoila!

Pagi hari menjelang, musuh kaget bukan kepalang. Benteng Byzantium yang selama 11 abad tak terhancurkan, hari itu telah mampu ditembus!

Lalu saat ini,

kita sadar akan bentang yang amat jauh antara kualitas pemuda saat ini dan  di zaman Muhammad Al-Fatih. Kita juga sadar akan ketinggalan yang amat jauh yang harus kita kejar.

"Kaki anak Adam tidaklah bergeser pada hari Kiamat dari sisi Rabbnya sehingga ditanya tentang lima hal; tentang umurnya untuk apa dia habiskan, tentang masa mudanya untuk apa dia pergunakan, tentang hartanya dari mana dia peroleh dan kemana dia infakkan dan tentang apa yang telah dia lakukan dengan ilmunya." (HR. Tirmidzi)

Masa muda akan dimintai pertanggungjawabannya bukan?

Sumber
Muhammad Al Fatih 1453, Felix Siaw

2 Mar 2016

Tugas Kelompok MK Aplikasi Bisnis TI, Kelas 4KA12 dan 4KA25

Dalam tugas kelompok ini, anda diharuskan menentukan sebuah perusahaan online yg kredibel dan besar, dan beroperasi di Indonesia, untuk anda pelajari dana dalami strategi mereka dalam mengembangkan bisnisnya. Silakan tentukan perusahaan yg akan anda jadikan bahan pengerjaan tugas anda. Tidak boleh ada kelompok yg menggarap perusahaan yg sama. Siapa cepat dia dapat.

26 Feb 2016

Mengemudi Hati di Jalan Lurus

Mengemudi Hati di Jalan Lurus

oleh Salim A. Fillah dalam Rajutan Makna. 21/09/2015

"Ya Rasulallah", demikian suatu hari para sahabat memberanikan diri mengajukan pinta, "Sekiranya sudi, berceritalah engkau kepada kami."

Ini terjadi, demikian Mush'ab ibn Sa'd meriwayatkan dari ayahandanya, Sa'd ibn Abi Waqqash Radhiyallahu 'Anhu, setelah Al Quran turun beberapa waktu lamanya dan Nabipun membacakan kesemuanya kepada para sahabat.
Inilah kitab yang seandainya diturunkan kepada gunung, niscaya gunung itu pecah berantakan karena rasa takutnya kepada Allah. Maka pasti saja, hati para sahabat itu, sekokoh apapun, merasakan berat tak terperi terhadap kalamNya. Sebab firman itu telah menunjuk mereka untuk menjadi pendamping dan penyokong Muhammad, sang rahmat semesta, pembawa kabar gembira, pemberi peringatan, penyeru ke jalan Allah, dan pelita yang mencahaya. Sebab wahyu itu menunjuk mereka untuk menjadi insan-insan pertama ummat terbaik yang ditampilkan pada manusia, menyuruh pada yang patut, mencegah dari yang lacut, meyakini Allah dan mengingkari thaghut.
Mereka merasakan sesak dan sempit sehingga memerlukan penghiburan dari kisah-kisah ringan. "Ya Rasulallah", ujar mereka sebagaimana disampaikan Ibn 'Abbas dan dituliskan Imam Ath Thabary dalam Tafsirnya, "Berceritalah kepada kami." Lalu turunlah Surah Yusuf, deras bagai hujan mencurahi gersang dalam dada.

"Kami menceritakan kepadamu kisah yang paling baik dengan mewahyukan Al Quran ini kepadamu.."(QS Yusuf [12]: 3)

Inilah kisah terbaik. Ialah kisah cinta. Ialah kisah tentang seorang bernasab termulia, Yusuf ibn Ya'qub ibn Ishaq ibn Ibrahim. Juga berparas terindah dan berakhlaq jelita; Yusuf yang digelari Al Khair, si baik, pembawa kebaikan.
Sayang sekali, ketika menyebut nama Yusuf, yang tercetak di benak kita hanya soal ketampanan wajahnya. Kita lupa bahwa dalam karunia ketampanan itu terkandung kasih ayahanda, dengki saudara, pembuangan ke sumur, pertolongan kafilah, dijual jadi sahaya, goda majikan jelita, fitnah dari yang salah, dijadikan bahan balas dendam hingga para wanita mengiris jarinya, memilih masuk penjara daripada berbuat nista, berdakwah di dalamnya, dilupakan kawan, diangkat menjadi pejabat tinggi, sibuk mengurus negara, berjumpa dan menahan diri terhadap saudara, membuat muslihat demi berjumpa orangtua, serta menahan diri dari mengungkit luka ketika mimpi masa kecilnya terbukti nyata.
Kisah terbaik, adalah kisah yang berliku-liku. Cerita terbaik, adalah hidup yang berwarna-warni.

***

"Ihdinash shirathal mustaqim.. Tunjukkanlah kami jalan yang lurus."

Tidak sah shalat kita tanpa membaca Surah Al Fatihah di tiap raka'atnya. Dan dalam senarai 7 ayat terdahsyat ini, usai kita memuji Allah, memuliakan, dan mengagungkanNya, dengan tunduk kita menadah karuniaNya. Ialah doa kita agar Allah karuniakan petunjuk ke jalan yang lurus. Kita membacanya setiap hari sekurangnya tujuh belas kali, sebab ialah doa terpenting, permohonan terpokok, dan pinta paling utama.
Jalan yang lurus.
Terjemah itu mungkin membuat sebagian kita membayangkan bahwa jalan lurus itu bagus, halus, dan mulus. Kita mengira bahwa shirathal mustaqim adalah titian yang gangsar dan tempuhan yang lancar. Kita menganggap bahwa ia adalah jalan yang bebas hambatan dan tiada sesak, tanpa rintangan dan tiada onak. Kita menyangka bahwa di jalan itu, segala keinginan terkabul, setiap harapan mewujud, dan semua kemudahan dihamparkan.
Frasa 'jalan yang lurus' membuat kita mengharapkan jalur yang tanpa deru dan tanpa debu.
Maka kadang kita terlupa, bahwa penjelasan tentang jalan lurus itu tepat berada di ayat berikutnya. Jalan lurus itu adalah, "Jalan orang-orang yang telah Kauberi nikmat. Bukan jalan orang-orang yang Kaumurkai, dan bukan pula jalan mereka yang sesat."
Maka membentanglah Al Quranul Karim sepanjang 113 surat bakda Al Fatihah untuk memaparkan bagi manusia jalan orang-orang yang telah diberi nikmat itu. Ialah jalan Adam dan Hawa; jalan Nuh, Hud, dan Shalih; jalan Ibrahim hingga Ya'qub sekeluarga; jalan Musa dan saudaranya; jalan Dawud dan putranya; jalan Ayyub dan Yunus; jalan Zakariyya dan Yahya, serta Maryam dan 'Isa. Kisah jalan indah itu sesekali ditingkahi gambaran tentang jalan mereka yang dimurka dan sesat; jalan Iblis dan Fir'aun, Samiri dan Qarun, Bal'am dan Haman, hingga Ahli Kitab Yahudi-Nasrani dan Abdullah ibn Ubay ibn Salul.

Ceritera kehidupan Adam hingga 'Isa itu, adalah lapis-lapis keberkahan.

Kisah mereka berkelindan, mengulurkan makna-makna yang mengokohkan cipta, rasa, serta karsa Sang Rasul terakhir dan ummatnya yang bungsu. Kisah mereka bertautan, melahirkan artian-artian yang menguatkan iman dan perjuangan sang penutup rangkaian kenabian beserta para pengikutnya; menghadapi kekejaman Abu Jahl, kekejian Abu Lahab, keculasan Al 'Ash ibn Wail, tuduhan Al Walid ibn Al Mughirah, dongengan An Nazhar ibn Harits, rayuan 'Utbah ibn Rabi'ah, cambukan 'Umayyah ibn Khalaf, hingga timpukan 'Uqbah ibn Abi Mu'aith.

Lalu kehidupan Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam dan orang-orang bersamanya yang dicahayi wahyu dan menjadi bagian cerita, menggenapkan kisah jalan lurus itu untuk kita.
Adalah Rasulullah memerah wajahnya pada suatu hari, ketika beliau bangkit dari berbaring berbantal surban di dekat Ka'bah. Adalah Khabbab ibn Al Art; lelaki pandai besi yang kerap disiksa Abu Jahl dengan diikat pada selongsong logam dan dipanggang di atas bara peleleh besi; hari itu menghadap dan berbisik. "Ya Rasulallah", demikian lirih dia berkata, seakan masih merasakan bagaimana punggungnya melepuh lalu pecah, dan arang penyiksa terpadam oleh tetesan cairan luka bakarnya, "Tidakkah engkau berdoa atau menolong kami?"
Di antara kedua alis bertaut junjungannya, ada pembuluh yang kian membiru. Itu pertanda bahwa manusia yang paling pengasih ini marah karena Rabbnya. "Demi Allah", ujar beliau bergetar, "Orang-orang sebelum kalian ada yang disisir dengan sikat besi hingga terpisah daging dari tulangnya, ada yang digergaji tubuhnya hingga terbelah badannya; tapi itu semua tak memalingkan mereka dari 'La ialaha illallah; tiada sesembahan yang benar selain Allah.."
Khabbab sama sekali tidak bersalah ketika bertanya. Khabbab sungguh harus difahami kerisauannya. Khabbab telah mengorbankan seluruh dirinya; dengan sakit dan luka, dengan disiksa dan dinista, demi risalah yang dibawa Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam. Tetapi demikianlah Sang Nabi hendak mengajarkan padanya dan kepada kita, apa makna jalan lurus.

"Dan sesungguhnya Allah adalah Rabbku dan Rabb kalian, maka sembahlah Dia. Inilah jalan yang lurus."(QS Maryam [19}: 36)

Jalan lurus itu diikat oleh satu hakikat. Yakni beribadah hanya kepada Allah satu-satunya, tiada sekutu bagiNya. Bahwa di dalamnya ada nestapa dan derita, ia hanya penggenap bagi kebersamaan dan cinta. Bahwa di dalamnya ada kehilangan dan duka, ia hanya penguat bagi sikap syukur dan menerima. Bahwa di dalamnya ada pedih dan siksa, ia hanya penyempurna bagi rasa nikmat dan mulia.
"Demi Allah, Dia pasti akan menyempurnakan urusan ini", demikian Sang Nabi melanjutkan sabdanya pada Khabbab, kini dengan senyum yang bercahaya, "Hingga seseorang berjalan dari Shan'a ke Hadhramaut dan tiada yang ditakutinya selain Allah. Tetapi kalian tergesa-gesa."

***

"Saat kita bicara tentang Islam", demikian Dr. 'Abdul Karim Az Zaidan dalam salah satu pengantar kitabnya, Al Mustafad min Qashashil Quran, "Yang tergambar paling mula-mula adalah Fiqh. Ini tak salah. Sebab bukan fiqh itu tak baik, bukan fiqh itu tak penting, bukan fiqh itu tak bermanfaat. Fiqh adalah panduan bagi kita untuk melangkah menapaki dunia hingga ke pintu akhirat. Dengan fiqh, hidup kita terbimbing dan terarah, tergamit dan terjaga. Tetapi kita harus mencatat satu hal; fiqh hanya akan jadi jasad kosong dan kerangka mati, jika tak dihidupkan dengan ruh ketaatan."

Jadi bagaimana menghadirkan ruh itu bagi tiap 'amalan kita?

Al Quran menjawab dengan susunan isinya yang menakjubkan. Syaikh 'Abdul Wahhab Khalaf menghitung bahwa ayat hukum dalam Al Quran tak lebih dari 150 buah. Pun, Ahmad Amin menyatakan hanya sekitar 200 ayat saja. Artinya, yang menempati bagian terbesar muatan Kalamullah ini justru bukanlah fiqh, melainkan ceita.
Dari Sa'id ibn Jubair, dari Ibn 'Abbas, beliau menyatakan, "Al Quran ini, 6000 ayatnya adalah kisah, 600 ayatnya berupa tanda kebesaran Allah, 60 ayatnya adalah aturan mu'amalah, dan 6 ayatnya berisi hukum-hukum hudud." Atsar ini yang mungkin secara keliru sering disalahfahami untuk dijumlahkan, sehingga dikatakan jumlah ayat Al Quran ada 6666. Sedangkan dalam riwayat ini dapat saja satu ayat berisi irisan lebih dari 1 kandungan, sehingga menurut perhitungan para 'ulama jumlahnya sekira 6236.
Maka semua 'ulama sepakat bahwa bagian terbesar dari kandungan Al Quran adalah kisah. Ialah kisah yang menjadi penjelasan bagi kita tentang jalan yang lurus. Kisah yang menjadi petunjuk bagi kita untuk meniti jalan yang lempang. Kisah yang menjadi pembeda bagi kita untuk memisahkan jalan yang sahih dari jalan sesat. Kisah yang menjadi kabar gembira dan peringatan untuk teguh di jalan Kisah yang menjadi cahaya, ketika mata batin kita terkaburkan debu yang hinggap di jalan kebenaran. Kisah yang menjadi penyembuh luka-luka, kala hati kita dirancah duri di jalan kebajikan.

Maka Ya Allah, susurkan dan susulkan kami di jalan mereka yang Kau limpahi cinta; dalam sempit maupun lapangnya, senyum dan juga lukanya.

Maka Ya Allah, walau tak Kau kayakan kami seberlimpah Sulaiman; karuniai kami syukur dan tawadhu'nya, yang hormati semut serta burung Hud-hud.
Maka Ya Allah, walau tak Kau beri kami daya raga dan keajaiban seperkasa Musa, curahi kami keberanian dan keteguhannya memimpin kaum yang sering membuat kecewa. Maka Ya Allah, walau usia tak sepanjang Nuh mulia, tegarkan kami dengan kegigihan da'wah dan tekad bajanya untuk terus menyampaikan kebenaran dalam aneka cara.
Maka Ya Allah, walau paras tak setampan Yusuf rupawan, kuatkan diri kami menahan semua goda dan derita, tajamkan nuraninya hingga mampu membaikkan negeri. Maka Ya Allah, walau keajaiban tak selalu sertai perjalanan, penuhi hati kami dengan kasih mesra seperti 'Isa, hingga tunduklah musuh dalam cinta.
Maka Ya Allah, walau tak perlu ditelan ikan di gelap lautan, hiasi jiwa kami dengan kepasrahan Yunus yang rintih doanya Kaudengarkan. Maka Ya Allah, walau tak usah mengalami kehilangan, dicekik sakit, miskin, dan musibah; sejukkan hati kami dengan sabar dan dzikir seperti Ayyub yang tabah.
Maka Ya Allah; walau ujian cinta tak seberat Ibrahim, Hajar, dan Sarah; limpahi keluarga kami dengan sakinah, mawaddah, dan rahmah, dengan keturunan yang shalih serta shalihah. Maka Ya Allah, walau ibadah tak seterpelihara Zakaria dan kesucian tak seterjaga Maryam; nikmatkan bagi kami bakti anak mulia seperti Yahya dan 'Isa.
Maka Ya Allah, walau belum pernah mencicipi surga bak Adam dan Hawa, jadikan rumah kami terasa surga sebelum surga, terimalah taubat atas segala dosa. Maka Ya Allah, walau hidup tak sepedas-pedih warna-warni hayat Ya'qub, jadikan kami hanya mengadu padaMu semata, hingga menampilkan kesabaran cantik yang mencahaya.
Maka Ya Allah, walau tak harus lari dan bersembunyi sebagaimana para Ashabul Kahfi, beri kami keberanian dan perlindungan saat tegas mengatakan Al Haq di depan tirani. Maka Ya Allah, walau kerajaan tak seluas Dzul Qarnain, curahi kami akhlaq pemimpin; yang senantiasa menyeru pada iman, membebaskan ummat, serta menebar manfaat.
Maka Ya Allah, walau jangan sampai Kau karuniai pasangan yang mirip Fir'aun, teguhkan kami bagai Asiyah yang mukminah, anugerahkan rumah di sisiMu di dalam surga. Maka Ya Allah, walau persoalan hidup tak sepelik yang dialami Ibunda Musa, bisikkan selalu kejernihanMu di firasat kami saat menghadapi musykilnya hari-hari.

Maka Ya Allah, walau ilmu dan kebijaksanaan tak seutuh Luqman Al Hakim; tajamkan fikir dan rasa kami untuk mengambil 'ibrah di setiap kejadian.

Maka Ya Allah, susurkan dan susulkan kami di jalan lurus, di lapis-lapis keberkahan.

***

Di lapis-lapis keberkahan, jalan lurus itu berkelok dan menikung, menanjak dan melongsor, membentang dan menghimpit. Di lapis-lapis keberkahan, jalan lurus itu curam dan terjal, deras dan gemuruh, keras dan runcing.
Di lapis-lapis keberkahan; tugas hidup kita adalah mengemudi hati menuju Allah di jalan yang lurus. Maka pangkal kelurusan itu pertama-tama adalah hati yang tak pernah berbelok dari Allah sebagai sesembahan yang haq. Lurus, sebab hanya pada Allah tunduknya, taatnya, dan tentramnya. Lurus, sebab hanya untuk Allah yakinnya, pasrahnya, dan kebajikannya. Lurus, sebab hanya bersama Allah gigil takutnya, gerisik harapnya, dan getar cintanya.

Mohon maaf terlalu panjang, jika kurang berkenan dilewati saja....😊